Temui Menbud Prancis, Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya RI-Prancis

4 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong kemitraan strategis di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Prancis. Dukungan ini disampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Republik Prancis Catherine Pégard saat kunjungan kerja di Paris, Rabu (22/4).

Pertemuan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan (Borobudur Declaration) yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron. Deklarasi ini menjadi kerangka strategis dalam memperkuat kerja sama kebudayaan antara kedua negara.

Fadli menyampaikan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan implementasi kerja sama kebudayaan berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Ia menegaskan Indonesia mendorong kerja sama yang tidak hanya bersifat simbolik, namun juga menghasilkan program konkret yang memberikan dampak langsung bagi ekosistem budaya kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus terus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang, baik bagi pelaku budaya maupun bagi penguatan diplomasi budaya di kancah global," jelas Fadli dalam keterangannya, Jumat (24/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan terus berkembang signifikan, terutama pada sektor warisan budaya, museum, industri budaya, hingga transformasi digital kebudayaan. Kedua negara juga menyambut baik capaian yang telah diraih dan berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga menyaksikan penandatanganan dua perjanjian kerja sama, yakni antara École du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA). Kemudian, antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan.

Secara lebih rinci, kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta penyelenggaraan pameran Indonesia di Guimet Museum. Kedua pihak turut mendorong riset dan penelitian bersama dengan EFEO serta pelindungan warisan budaya yang terdampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.

Pada sektor industri budaya, kolaborasi diperluas ke bidang film, musik, seni rupa, dan sastra. Pada bidang perfilman, kerja sama diarahkan pada keberlanjutan Indonesia-France Film Lab, serta penguatan kolaborasi dengan La Fémis dan CNC. Kemudian, partisipasi dalam forum internasional, seperti Cannes Film Festival, Critics' Week, Annecy International Animation Film Festival, hingga pertemuan co-production di Paris pada Desember 2026.

Sementara pada bidang sastra, kedua negara sepakat mendorong penguatan program Choix Goncourt Indonésie, Read Indonesia, serta kerja sama dengan The Centre national du livre, termasuk berbagai program residensi dan festival sastra.

Selain itu, transformasi digital kebudayaan juga menjadi perhatian bersama, terutama dalam aspek tata kelola data budaya, digitalisasi aset budaya, serta pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital.

Sebagai informasi, turut hadir mendampingi Fadli dalam pertemuan bilateral ini, antara lain Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah. T.D. Retnoastuti; Direktur Diplomasi, Raden Usman Effendi; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin.

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |