Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80

2 hours ago 1

Jakarta -

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara tersebut digelar menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Mabes Polri. Upacara tersebut diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa.

Secara bersamaan, jajaran Polri juga melaksanakan ziarah di berbagai lokasi bersejarah dan tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh bangsa serta para pendahulu Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan ziarah juga dilakukan di TPU Tanah Kusir, di antaranya ziarah di makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta makam Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, negarawan dan ilmuwan yang menginspirasi bangsa melalui dedikasi, inovasi, dan kecintaannya kepada Indonesia.

Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, sosok yang dikenal sebagai simbol integritas, kejujuran, dan keteladanan moral dalam sejarah Polri.

Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80Wakapolri pimpin ziarah nasional menjelang Hari Bhayangkara ke-80 (Foto: dok. Istimewa)

Penghormatan juga diberikan kepada para pendahulu Polri yang telah berjasa membangun dan membesarkan institusi Kepolisian RI, di antaranya Jenderal (Purn.) Kunarto, Jenderal (Purn.) Dibyo Widodo, Jenderal (Purn.) Awaloedin Djamin, Jenderal (Purn.) R. Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal (Purn.) Widodo Budidarmo, Jenderal (Purn.) M. Hasan, Jenderal (Purn.) Anton Soedjarwo, serta Komisaris Jenderal (Purn.) Mochammad Yasin, yang merupakan Kapolri pertama pascaproklamasi dan tokoh penting dalam mempertahankan eksistensi Kepolisian RI pada masa awal kemerdekaan.

Selain ziarah di daratan, Polri juga melaksanakan ziarah laut dan pelarungan karangan bunga di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang bahari yang gugur dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Pelarungan bunga menjadi simbol doa dan penghormatan kepada mereka yang jasanya tetap hidup dalam sejarah meskipun sebagian tidak diketahui tempat peristirahatan terakhirnya.

Pelarungan bunga saat ziarah nasional Pelarungan bunga saat ziarah nasional (Foto: Dok. Istimewa)

Wakapolri mengatakan, rangkaian ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri.

"Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara," kata Dedi, kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

"Dari Jenderal Polisi Raden Said Soekanto kita belajar tentang kepeloporan dan pengabdian dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia, dari B.J. Habibie kita belajar tentang visi dan karya untuk Indonesia, dari Jenderal Hoegeng kita belajar keteladanan moral, dan dari para pendahulu Polri lainnya kita mewarisi semangat pengabdian yang menjadi fondasi institusi ini hingga hari ini," tambahnya.

Menurutnya, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar tradisi seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan sarana untuk merawat memori kolektif bangsa bahwa kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan negara dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu.

"Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka. Kita datang membawa doa, namun pulang membawa tanggung jawab untuk meneruskan pengabdian. Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutur Dedi.

Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 (Foto: Dok. Istimewa)

Terkait pelarungan bunga di Teluk Jakarta, Wakapolri menegaskan bahwa laut yang luas menjadi simbol pengabdian tanpa batas dari para pejuang bangsa. Penghormatan yang diberikan di perairan merupakan pengingat bahwa jasa para pahlawan bahari akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.

"Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai perjuangan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Melalui rangkaian ziarah nasional menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga amanah para pendahulu, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian yang semakin profesional, modern, dan humanis bagi Indonesia

Tonton juga video "Momen Polri Ziarah ke Makam Hoegeng"

(yld/aud)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |