Jakarta -
Belum lama, netizen dibuat geger soal penandaan alamat rumah Presiden RI ke-7, Jokowi, di Solo menjadi 'Tembok Ratapan Solo'. Melansir detikcom, ramai-ramai soal penamaan alamat di Google Maps ini sudah terjadi sejak Senin (17/2/2026) lalu. Seperti ditulis detikTravel, penandaan itu persis berada di alamat rumah pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Selain di aplikasi peta daring tersebut, muncul video seorang pemuda yang beraksi seolah sedang meratap di kawasan area depan hunian tersebut.
Menanggapi hal ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan peristiwa ini merupakan bentuk cinta masyarakat terhadap Mantan Wali Kota Solo tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. Ia juga menilai hal tersebut sebagai bentuk kreatifitas warganet.
"He-he-he..., baru dengar saya. Memang kreatif netizen kita," kata Grace saat dihubungi, Rabu (18/2/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat," sebut Grace lagi.
Sementara itu, melihat fenomena tersebut, ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), AKBP Syarif Fitriansyah, memastikan tak ada batasan pengunjung ke rumah pribadi Jokowi. Namun ia mengimbau masyarakat tidak memperlakukan rumah Jokowi layaknya Tembok Ratapan.
"Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja," ujar Syarif saat dihubungi awak media, Senin (16/2/2026).
Seperti diketahui, kediaman Jokowi di Solo merupakan salah satu tujuan lawatan para tokoh politik hingga pemerintah. Presiden Prabowo bahkan beberapa kali mendatangi rumah Jokowi di masa-masa awal menjabat lalu.
Melihat kejadian ini, benarkah penandaan rumah Jokowi sebagai Tembok Ratapan Solo merupakan bentuk rasa cinta masyarakat terhadap dirinya? Atau justru sebaliknya? Simak ulasannya dalam Editorial Review selengkapnya.
detikSore juga akan langsung menuju lokasi kediaman Jokowi di Solo untuk melihat besarnya animo masyarakat menemui Jokowi. Apa saja kegiatan yang biasa dilakukan oleh pengunjung? Adakah aturan-aturan yang perlu diketahui oleh masyarakat yang ingin bertemu dengan Jokowi? Simak laporan langsung Jurnalis detikJateng selengkapnya.
Bulan Ramadan tiba. Artinya, sebagian masyarakat yang berstatus pegawai akan memperoleh pendapatan tambahan berupa Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi masyarakat yang melek perencanaan keuangan, THR bisa jadi menjadi modal tambahan untuk memperbanyak piranti investasi. Meski demikian, masih banyak warga yang belum bisa mengelola dana musiman tersebut.
Lalu bagaimana strategi mengelola 'uang kaget' yang datang setahun sekali tersebut? Investasi seperti apa yang cocok digunakan untuk membelanjakan uang tersebut? Simak diskusinya dalam Sunsetalk!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)

















































