Viral Tukang Intip Penumpang Beraksi di Kolong Peron KRL, KAI Bertindak

3 hours ago 3

Jakarta - Rekaman video menarasikan pelaku pelecehan seksual di Stasiun KRL Kebayoran, Jakarta Selatan. Pelaku seorang pria disebut-sebut bersembunyi di kolong peron untuk mengintip perempuan.

Dalam video viral yang dilihat, Senin (4/5/2026), perekam seorang wanita mencoba menunjukkan sosok orang tak dikenal di kolong peron. Sorotan kamera perekam pun sempat menampilkan adanya seseorang yang bergerak jalan di kolong peron ketika lampu ponsel dinyalakan.

"Wah lu tukang ngintipin celana cewek. Tuh...tuh...tuh orangnya tuh," ucap perekam video seraya mengarahkan kameranya ke orang tak dikenal yang ada di kolong peron.

Menanggapi video tersebut, Manager Public Relations KCI Leza Arlan menyampaikan dugaan peristiwa pelecehan seksual tersebut terjadi pada Sabtu (2/5) di Stasiun Kebayoran. Leza mengatakan, petugas langsung menelusuri orang tak dikenal tersebut usai menerima laporan penumpang.

"Kejadian bermula saat salah seorang pengguna Commuter Line melihat orang tidak dikenal saat berada di bawah ujung peron 2 Stasiun Kebayoran yang akan mengambil foto atau video saat pengguna naik dan turun dari kereta," ungkap Leza saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

"Salah seorang pengguna yang mengetahui hal tersebut melaporkannya ke petugas di Stasiun Palmerah. Petugas di stasiun melakukan koordinasi dan langsung menuju lokasi untuk menelusuri area tersebut, sesuai dengan laporan dari pengguna. Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut," lanjutnya.

Leza memastikan petugas juga telah menelusuri melalui rekaman CCTV di area stasiun. Namun dari rekaman yang ada, juga tidak terlihat orang yang mencurigakan tersebut.

Di sisi lain, Leza mengatakan KAI Commuter berterima kasih kepada pengguna atas informasi yang disampaikan kepada petugas. Dia juga mengimbau kepada seluruh pengguna agar tidak ragu melapor ke petugas jika merasa atau melihat kejadian yang mencurigakan untuk penanganan awal.

"KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespon laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal," pungkasnya.

(kuf/mea)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |