'Sultan' Kemnaker Akui Terima Rp 58 M dari Kasus Pemerasan K3

2 hours ago 2

Jakarta -

Terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, mengaku menerima uang non teknis pengurusan sertifikasi tersebut. Bobby mengakui menerima total Rp 58 miliar.

Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Bobby bersaksi untuk terdakwa eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, serta Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

"Saudara itu menerima hampir Rp 57 miliar, Rp 58 miliar dalam jangka waktu 5 tahun?" tanya jaksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2019...," jawab Bobby.

"Ini di BAP Saudara Rp 58.497.357.000 sekian. Itu yang Saudara terima?" tanya jaksa.

"Iya, Pak," jawab Bobby.

Bobby mengatakan uang miliaran itu digunakan untuk kebutuhan pembelian blanko pengurusan sertifikasi K3. Kemudian, untuk biaya pimpinan hingga kebutuhan-kebutuhan.

"Kalau untuk blanko kok bisa sejauh ini Saudara terima? Itu yang jadi pertanyaan," ujar jaksa.

"Kebutuhan blanko itu setiap bulannya Pak rata-rata per bulan itu Rp 200 juta, Pak," jawab Bobby.

"Iya, ini kan sampai miliaran Saudara terima, ini kan sudah Saudara keluarkan untuk biaya pimpinan, untuk inisidentil pimpinan, ini yang hanya untuk Saudara pribadi ini?" tanya jaksa.

"Tidak, Pak, itu untuk pimpinan dan organisasi," jawab Bobby.

"Semuanya masuk sini?" tanya jaksa.

"Iya, masuk situ," jawab Bobby.

Bobby mengatakan uang itu juga digunakan untuk membeli 37 kendaraan mewah. Dia mengatakan kendaraan itu akan dijual untuk mendapatkan uang cash saat ada kebutuhan pimpinan atau organisasi.

"Dan bahkan Saudara ini ada beberapa jenis yang Saudara miliki kendaraan ini, ada 37 kendaraan yang Saudara miliki dari tahun 2022 sampai 2023?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Bobby.

"Itu uangnya dari itu semua ? Dari non teknis ini?" tanya jaksa.

"Betul, Pak, jadi uang non teknis itu saya belikan kendaraan dan ketika ada kebutuhan dari pimpinan kendaraan itu yang saya jual untuk mendapatkan cash-nya itu, Pak, untuk diberikan ke pimpinan dan organisasi," jawab Bobby.

(mib/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |