Rano Karno Bangga Pramono Bawa Gagasan Masa Depan di Forum Kota Dunia

3 hours ago 1
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Urban 20 Mayors Summit atau pertemuan para wali kota dari berbagai negara di dunia. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bangga karena Pramono menyampaikan gagasan tentang masa depan kota dalam forum itu.

Rano awalnya bicara sejarah pidato Presiden pertama RI Sukarno atau Bung Karno di Forum PBB. Dia mengatakan Bung Karno saat itu membawa gagasan tentang dunia baru.

"Lebih dari enam dekade silam, seorang putra bangsa bernama Soekarno juga berdiri di New York pada tahun 1960. Bung Karno berdiri di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia datang membawa pidato bertajuk 'To Build the World Anew'," kata Rano saat menyampaikan sambutan dalam upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia kemudian mengaitkannya dengan perjalanan Pramono ke New York saat ini. Dia mengatakan Pramono menunjukkan keberanian Indonesia berbicara kepada dunia.

"Hari ini, tentu dalam zaman, kapasitas, dan medan perjuangan yang berbeda, Gubernur Jakarta berada di kota yang sama, bukan untuk mengulang sejarah, tetapi untuk meneruskan keberanian Indonesia berbicara kepada dunia," ujarnya.

Rano mengatakan Pramono datang membawa pengalaman dan gagasan mengenai masa depan kota-kota dunia. Dia menyebut Pramono membahas tentang pentingnya transportasi publik, lingkungan, ketahanan iklim, pangan, hingga bagaimana kota tetap menjadi rumah yang layak bagi warganya.

"Jika dahulu Bung Karno datang membawa gagasan tentang masa depan dunia, hari ini Jakarta datang membawa pengalaman dan gagasan tentang masa depan kota-kota dunia," tuturnya.

Rano juga mengaitkan perjalanan Pramono ke New York dengan sejarah Lapangan Ikada di Jakarta. Dia menyebut ada garis sejarah yang perlu untuk direnungkan.

"Maka hari ini adalah sebuah garis sejarah yang terasa begitu indah: dari Ikada menuju New York; dari menjaga kelahiran Republik menuju ikut membicarakan masa depan dunia," katanya.

Rano mengatakan peristiwa Lapangan Ikada menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari teks Proklamasi. Menurutnya, Indonesia hidup ketika rakyat percaya dan bersedia menjaga masa depannya.

"Ketika kita mengenang peristiwa Lapangan Ikada, sesungguhnya kita sedang mengingat kembali sebuah perjumpaan agung antara rakyat dan Republiknya, dan perjumpaan itu terjadi di kota ini," jelasnya.

Rano mengatakan Jakarta tengah memasuki babak baru sebagai kota global. Dia menyebut Jakarta harus mampu sejajar dengan kota-kota besar dunia dari sisi transportasi, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kebudayaan, hingga kualitas manusia.

"Kita boleh membangun gedung semakin tinggi, tetapi akar sejarah kita harus semakin dalam. Kita boleh menatap dunia semakin jauh, tetapi jangan pernah kehilangan kemampuan untuk menoleh ke belakang, sebab kota yang kehilangan ingatan akan kehilangan jiwanya," kata Rano.

(bel/haf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |