Polisi Bakal Panggil Febrio Adiono Terkait Kasus Kematian Sutrimo

3 hours ago 1

Jakarta -

Polisi masih terus mendalami teka-teki kematian Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi akan memeriksa pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrio Adiono yang namanya disebut-sebut dalam perkara tersebut.

"Nanti akan, dalam pembahasan oleh Ditreskrimum terkait tentang pemanggilan pegawai dari Kejaksaan atas nama Febrio," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Budi mengatakan, polisi menunggu dokter forensik untuk mengumumkan hasil ekshumasi Sutrimo. Segera, pihaknya akan mengumumkan hasilnya kepada publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa Ditreskrimum sedang berkoordinasi dengan dokter forensik medicolegal. Karena yang harus menyampaikan adalah dokter forensik dari hasil pemeriksaan ekshumasi. Kami mohon waktu, semoga minggu ini sudah ada titik temu antara jadwal dokter forensik medicolegal dengan Ditreskrimum," jelasnya.

Kata Kejagung Soal Febrio

Dalam sesi doorstop dengan wartawan pada Jumat (7/8), Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyebut Febrio Andiono merupakan staf administrasi di kantor Kejagung RI. Anang menegaskan Febrio bukan seorang jaksa.

"Yang namanya saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," kata Anang saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sosok Febrio adalah ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Anang kemudian menjelaskan bahwa Febrio juga merupakan ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Usai Febrie tersangkut masalah TPPU, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi.

"Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," ujar Anang.

Sutrimo sendiri ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik lalu melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8). Polisi mengambil sejumlah sampel dari jasad Sutrimo untuk kemudian diteliti tim kedokteran.

(wnv/mea)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |