Rangkuman Lengkap Tragedi Erupsi Gunung Dukono Renggut 3 Nyawa

4 hours ago 2

Jakarta - Erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, seketika berubah menjadi tragedi memilukan. Letusan vulkanik tersebut merenggut nyawa tiga orang pendaki dan melukai lima orang lainnya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, sekaligus menyingkap fakta tentang penutupan pendakian.

Petaka Jumat Pagi dan Temuan Jasad di Balik Pasir Vulkanik

Amukan alam ini bermula saat Gunung Dukono memuntahkan material vulkaniknya dengan hebat.

  • Erupsi tercatat terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT, memancarkan kolom letusan setinggi 10.000 meter di atas puncak kawah.
  • Korban meninggal dunia dalam insiden ini terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura.
  • Melalui operasi penyisiran, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban WNI berinisial E pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT di titik sejauh 50 meter dari bibir kawah.
  • Pencarian sempat dihentikan sementara akibat hujan deras, namun jasad korban perlahan mulai terlihat dari balik tumpukan pasir vulkanik setelah hujan mereda.

"Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik," ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada Minggu (10/5/2026).

Nasib Tragis 2 Pendaki Asing di Tengah Medan Ekstrem

Setelah penemuan korban pertama, fokus tim regu penyelamat beralih pada dua titik timbunan pasir mencurigakan di sekitar lokasi awal.

  • Dua korban WNA Singapura atas nama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.
  • Keduanya ditemukan tewas di lokasi yang berjarak sekitar 13 meter ke arah utara dari bibir kawah gunung.
  • Seluruh jenazah langsung dievakuasi ke posko induk di Desa Mamuya sebelum diberangkatkan ke RSUD Tobelo untuk proses autopsi.
  • Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian operasi SAR gabungan yang melibatkan total 98 personel.

"Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh," ungkap Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani pada Minggu (10/5/2026).

Terungkap Fakta Pendakian Dukono Sebenarnya Ditutup

Nahasnya, insiden maut yang menimpa para pendaki ini terjadi saat kawasan Gunung Dukono sebenarnya sedang terlarang untuk aktivitas wisata.

  • Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menerbitkan surat keputusan penutupan total seluruh aktivitas pendakian sejak 17 April 2026 seiring status gunung di Level II (Waspada).
  • Menindaklanjuti temuan pendakian ilegal tersebut, Polres Halmahera Utara segera turun tangan mengusut dugaan kelalaian pihak penyelenggara.
  • Pihak kepolisian telah mengamankan dan mendalami keterangan dari enam orang yang membawa rombongan pendaki tersebut ke area terlarang.

"Yang diperiksa 6 orang, guide-nya sama porter," ungkap Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu pada Minggu (10/5/2026).

"Kan bisa dinilai sendiri. Inikan dilarang (pendakian), pasti kan lalai. Karena kan statusnya (Gunung Dukono) level 2, waspada," bebernya.

(kny/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |