Prabowo Resmikan Pemugaran Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

4 hours ago 2
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya itu, Prabowo meresmikan pemugaran bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang.

Pantauan detikcom, Kamis (30/7/2026), Prabowo tiba di Stasiun Semarang Tawang pada pukul 11.11 WIB. Prabowo sempat menyapa warga dan para penumpang di kawasan stasiun kemudian melakukan peresmian.

"Jadi saya, alhamdulillah, lestarikan semua stasiun. Ini juga bagian dari wisata sejarah, tapi yang paling penting, ini bagian kita sebagai sebuah bangsa untuk semua bidang kita lakukan transformasi. Indonesia harus indah, Indonesia harus asri," kata Prabowo dalam sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengapresiasi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin atas peresmian pemugaran bangunan cagar budaya tersebut.

"Kita ucapkan terima kasih kepada Dirut KAI yang mengambil langkah-langkah cepat tanggap," katanya.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang turut hadir, yakni Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menhub Dudy Purwagandhi, Menbud Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Hadir pula Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono dan Kepala Stasiun Semarang Tawang Ismanto.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Presiden pada peresmian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam pelestarian cagar budaya nasional sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik.

"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang," kata Prasetyo.

Adapun bangunan cagar budaya yang diresmikan merupakan renovasi tahap pertama yang dikerjakan oleh PT KAI Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914.

Sebagai bangunan yang berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi turut melibatkan ahli cagar budaya guna menjaga nilai historis bangunan, dan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

(fca/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |