Petugas Damkar Meninggal di TPS Jaktim Sempat Dilarang Ikut Operasi Pemadaman

2 hours ago 1

Jakarta -

Petugas pemadam kebakaran (damkar) selaku Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono, meninggal dunia saat memadamkan kebakaran di TPS liar Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Almarhum Andriyono sempat diminta anak buahnya agar tidak ikut operasi pemadaman di lokasi.

Hal ini diungkapkan oleh Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Kota Jaktim, Muchtar. Menurut dia, Andriyono sejatinya baru saja pulih dari operasi penyakit jantung yang dialami.

"Memang dia punya riwayat penyakit jantung dia. Kemudian, kebetulan dia posisi sebagai kepala regu, Danru. Anak buahnya sudah ingatkan, karena dia memang belum lama ya dioperasi, dipasang ring ya, belum lama. Anak buah bilang 'Komandan, nggak usah berangkatlah, kita-kita aja'," kata Muchtar kepada wartawan di TPS liar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat itu Andriyono tetap melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang petugas damkar. Andriyono pun berangkat bersama jajarannya menuju lokasi kebakaran.

"Karena dia punya rasa tanggung jawab segala macam sebagainya, dia berangkatlah," ucap Muchtar.

Tiba di lokasi, Andriyono melakukan tugasnya dalam regu sebagai penyalur air. Namun rupanya Andriyono saat itu kelelahan hingga akhirnya terjatuh.

Saat itu, sejumlah personel yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan kepada Andriyono. Para personel melakukan upaya Resusitasi Jantung Paru (RJP) hingga akhirnya Andriyono kembali sadar dan bisa diajak bicara.

"Upaya-upaya sudah dilakukan oleh teman-teman semua, termasuk ini dilakukan RJP, kemudian udah sadar, ngobrol biasa," ujarnya.

Sekitar 30 menit kemudian, tubuh Andriyono tiba-tiba kejang. Upaya RJP kembali dilakukan hingga akhirnya Andriyono dibawa ke rumah sakit. Di RS, dokter menyebutkan Andriyono sudah meninggal dunia.

"Sempat sadar 1 jam. Nah 1/2 jam kemudian mereka, dia langsung kejang-kejang lagi. Lakukan RJP sampai berjalan ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit udah nggak ada," katanya.

Kehilangan personel damkar ini menimbulkan duka mendalam, khususnya bagi jajaran Sudin Gulkarmat Kota Jaktim. Peristiwa yang dialami Andriyono juga menjadi pelajaran untuk evaluasi.

"Besok juga kebetulan ada mau konsultasi ke dokter juga lah karena risiko kerja kita ini kan juga. Nah, kemarin diberi masukan, itu ada semacam tablet apa itu ditaruh di bawah lidah tuh ya. Jadi dia akan cair sendiri, yang dikhawatirkan tadi apa namanya, ada serangan jantung susulan itu," ucap Muchtar.

"Makanya nanti besok saya mau konsultasi, nanti saya akan upayakan permohonan ke Sudin Kesehatan untuk kita apa namanya, ya stok kita di ambulans kita atau nanti di pos-pos segala macam sebagainya," imbuhnya.

Seperti diketahui, kebakaran yang melanda TPS liar di Kramat Jati ini terjadi pada Sabtu (1/8) pagi, sekitar pukul 07.10 WIB. Kebakaran ini pun menyebabkan satu petugas damkar meninggal dunia.

(kuf/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |