Lebak -
Setiap tahun, masyarakat Baduy selalu menggelar Seba Baduy untuk bertemu Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Dalam Seba Baduy tahun ini, warga Baduy membawa pesan untuk menjaga alam dan memberantas korupsi.
Perhelatan Seba Baduy digelar di Pendopo Bupati Lebak dan akan dilanjutkan pada acara puncak di Pendopo Gubernur Banten. Di pendopo Bupati Lebak, warga Baduy bertemu langsung dengan Hasbi Asyidiki Jayabaya dan para tamu undangan.
Jaro Tangungan 12 Saidi Putra saat mengikuti kegiatan Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak Foto: Aris Rivaldo/detikcom
Dalam kesempatan itu, mereka meminta agar pemerintah bisa menjaga dan melestarikan alam. Sebab, bagi masyarakat Baduy, alam menjadi sumber kehidupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penetapan penguatan pelestarian khususnya kepada yang cinta kepada alam, kami menitipkan mudah-mudahan yang ada di muka bumi mohon dipikirkan, di pelosok manapun yang disebut larangan, di darat dan di air," kata Jaro Tangungan 12, Saidi Putra, kepada wartawan, Jum'at (24/4/2026).
Saidi juga menyoroti terkait limbah industri hingga limbah rumah tangga yang mencemari aliran sungai. Ia meminta agar aliran sungai bersih dari limbah.
"Air sumber kehidupan, semua membutuhkan air bersih. Limbah-limbah jangan dibuang ke sungai," ucapnya.
Saidi juga sempat melemparkan sebuah pantun. Pantun itu berupa pesan agar pemimpin bisa memberantas korupsi.
"Ke Malingping lewat Cikeper, ke Rangkas beli roti. Jadi pemimpin harus pintar, harus bisa berantas korupsi," ujar Saidi.
Sementara itu, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyebut Seba Baduy bukan hanya sekedar tradisi tahunan. Menurutnya, warga Baduy membawa pesan yang sangat penting untuk diaplikasikan dalam hal menjaga kelestarian lingkungan.
"Melalui tradisi Seba Baduy saya bersama ketua panitia kepala dinas pariwisata memahami bahwa Seba Baduy bukan hanya sekedar seremoni tapi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga alam," kata Hasbi.
"Sehingga pesan yang disampaikan oleh Abah Saidi sebagai perwakilan ataupun ketua adat menyampaikan Gunung jangan dilebur, Lebak jangan dirusak. Artinya kita sama-sama menjaga lingkungan hidup," imbuhnya.
(fas/fas)

















































