PAM Jaya Tutup Filling Station dan Master Meter Ilegal untuk Tekan NRW

5 hours ago 1

Jakarta -

PAM JAYA menutup seluruh filling station atau fasilitas pengisian air bersih untuk mobil tangki dan menertibkan master meter (meteran induk) ilegal sebagai bagian dari upaya menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau selisih pencatatan air yang saat ini berada di kisaran 44-45 persen.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan filling station yang sebelumnya dikelola pihak lain dan dijual kepada masyarakat kini telah ditutup seluruhnya. Fasilitas tersebut, kata dia, hanya difungsikan untuk kondisi darurat dan dikelola langsung oleh PAM JAYA.

"Filling station kita, itu hanya buat layanan ketika ada emergensi, dan dikelola oleh PAM, tidak lagi dikelola oleh koperasi atau siapa pun," ujar Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin dalam kunjungan ke fasilitas PAM JAYA, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain filling station, PAM JAYA juga menertibkan master meter ilegal di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang sebelumnya dikelola mitra. Arief menyebut dari sejumlah titik yang ditertibkan, tersisa tiga titik yang dinilai masih menjadi tantangan berat untuk diselesaikan.

Arief menjelaskan pihaknya kehilangan komersial (commercial losses) sekitar 20 persen dari total NRW sebesar 45 persen. Ia mengatakan penambahan sekitar 3.000 sambungan yang telah dilakukan seharusnya secara matematis dapat menurunkan NRW, meski saat ini realisasinya masih bertahan di angka 44 persen.

"Saya belum bisa justify dengan kondisi, karena survei ulang belum dilakukan lagi sejak 2024 disebabkan biayanya yang mahal," ungkap Arief.

Berdasarkan PermenPU Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Air Minum, NRW terbagi dalam tiga kategori. Pertama, konsumsi resmi tak berekening yang mencakup air untuk mobil tangki, program Kartu Air Sehat (KAS), flushing jaringan, dan perbaikan kebocoran. Kedua, kehilangan komersial yang meliputi sambungan ilegal, pencurian air, meter pelanggan tidak akurat, kesalahan pembacaan meter, hingga kesalahan billing. Ketiga, kehilangan fisik yang mencakup kebocoran pipa transmisi, kebocoran pipa distribusi, serta air pada pipa dan reservoir jaringan.

Arief menambahkan NRW turut dipengaruhi pola konsumsi musiman, seperti periode Ramadan, Lebaran, dan tahun baru, yang membuat NRW cenderung meningkat pada semester pertama sebelum kembali turun di akhir tahun.

Untuk menekan NRW lebih jauh, PAM JAYA berencana mengganti sekitar 13.000 pipa se-DKI Jakarta dengan estimasi kebutuhan dana mencapai Rp 22,8 triliun. Rencana tersebut akan melalui tahap market sounding pada Desember mendatang.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |