Nestapa SD Negeri di Kebayoran Lama Ambruk Sejak Lama

6 hours ago 1
Jakarta -

Bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, sudah ambruk sejak dua tahun yang lalu namun belum diperbaiki. Para siswa terpaksa numpang belajar di sekolah lain.

Dirangkum detikcom, Selasa (21/7/2026), bangunan SD negeri ini roboh sejak November 2024. Gedung sekolah tersebut tampak dibiarkan terbengkalai tanpa ada tanda-tanda perbaikan selama dua tahun terakhir.

Pantauan di lokasi pagi tadi, penampakan bangunan sekolah terlihat sangat memprihatinkan. Besi-besi penyangga atap tampak melintir dan saling bertumpuk tak beraturan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Genting-genting pecah berserakan di lantai, bercampur dengan puing plafon, kayu, hingga buku-buku dan alat tulis yang tertutup debu tebal. Sejumlah bangku dan meja belajar pun masih tersusun di posisinya, namun kondisinya kini tertimbun reruntuhan atap yang ambruk.

Di salah satu sudut dinding yang masih berdiri, beberapa lembar jadwal piket kelas masih menempel, menjadi saksi sisa aktivitas siswa sebelum gedung ini ditinggalkan.

Meski bangunan utama telah dikosongkan sejak November 2024, kondisi ruang kelas nyaris tidak berubah. Diketahui ada empat ruang kelas atau satu unit kesehatan sekolah (UKS) yang roboh.

Kini, tak terlihat ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Ratusan siswanya terpaksa menumpang belajar di sekolah tetangga, yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 11.

Terlihat, hanya bagian lorong yang berjarak beberapa meter dari reruntuhan yang masih utuh, yang diketahui digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan administrasi.

Siswa Numpang di Sekolah Lain

Robohnya bangunan sekolah ini berdampak pada proses belajar mengajar. Sebanyak 200-an siswa terpaksa menumpang di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di sebelahnya. Karena kondisi itu, para siswa harus masuk sekolah pada siang hari.

"Karena kan numpang jadi sekolah sore baru kita, jadinya anak-anak juga mungkin kurang nyaman namanya kita menumpang ya gitu kan. Jadinya anak-anak kurang untuk leluasalah," ucap orang tua siswa, Evi (33).

Selain masalah jam sekolah yang tidak menentu, jam masuk siang membuat anak-anak kehilangan waktu untuk pendidikan agama atau mengaji di sore hari.

"Karena kan sekarang masuknya siang, jadi anak-anak yang tadinya ngaji sekarang jarang yang ngaji. Sudah dua tahun tidak ngaji lagi gitu. Kan ngajinya itu di sore, habis asar biasanya kan. Kita kan di sini pulang sekolahnya jam 5, dari jam 1 sampai jam 5. Jadinya anak-anak di sore itu ya sudah untuk aktivitas agama jadinya nggak nyaman, kita belajar pun nggak nyaman. Jika siang gitu, pulang sore," keluhnya.

Kini, Evi mengungkap para orang tua murid hanya bisa berharap adanya perhatian langsung dari Pemprov DKI Jakarta. Dia berharap pemerintah segera bergerak untuk segera memperbaiki sekolah tersebut.

"Cuma kita ingin Pemprov DKI bisa tolong bantu untuk sekolah kami ini gitu kan, agar disegerakan, anak-anak agar bisa nyaman untuk belajar kembali seperti biasanya gitu," sebut Evi.

"Besar harapan kami gitu kan sebagai orang tua murid minta tolong untuk ya Gubernur khususnya ya kan untuk tindak lanjutnya sekolah kami ini gitu aja sih. Minta yang terbaik, yang terbaik sudah gitu aja kita," pungkasnya.

Ambruk Sejak 2024

Evi menceritakan gedung sekolah tak roboh sekaligus. Dia menyebutkan peristiwa itu terjadi saat masa libur pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024.

Karena sedang libur kegiatan belajar mengajar (KBM), tidak ada orang di sekolah saat gedung mulai mengalami kerusakan.

"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," kata Evi.

Informasi itu, menurut Evi, mulanya diketahui dari warga sekitar. Tanda-tanda kerusakan mulai terlihat pada pagi hari. Dia mengatakan bangunan tersebut tidak langsung roboh seketika, melainkan miring secara perlahan.

"Warga sekitar aja yang (tahu), dari warga sekitar awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 atau jam 07.00-an lah, sekitar jam segitu. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung 'bruk' seperti ini. Pelan," cerita Evi.

Bangunan baru ambruk saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut pada sore harinya. Hujan deras membuat struktur bangunan yang sudah miring akhirnya benar-benar roboh.

"Nah, waktu ketika di sore hari hujan deras pada saat itu, tiba-tiba langsung 'bruk' gitu aja sih. Nah, kita semua juga dapat info dari warga ya kan, terus sudah di-up (infonya) sama sekolah juga dan kita juga sudah langsung mengetahuinya dari sekolah, gitu aja," tuturnya.

Pramono Minta Segera Perbaiki

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono memastikan bangunan SD Negeri itu akan diperbaiki. Pramono mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah videonya viral di media sosial.

"Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," kata Pramono di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Pramono mengatakan luasnya wilayah Jakarta membuat tidak semua persoalan di lapangan dapat langsung terpantau. Karena itu, ia mengaku memberikan perhatian khusus terhadap persoalan yang menjadi sorotan publik.

"Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," ujarnya.

Ia pun memastikan perbaikan bangunan SD Negeri di Kebayoran Lama akan segera dilakukan. "Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," tegasnya.

Tonton juga video "Warga Cerita Detik-detik Longsor di Benhil Jakpus yang Buat Rumah Ambruk"

(lir/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |