BGN Pastikan Kurangi Penerima-Anggaran MBG: Prabowo Tak Lagi Targetkan Angka

5 hours ago 2
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan akan mengurangi anggaran untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia memastikan pengurangan anggaran ini akan selaras dengan perbaikan tata kelola.

"Untuk tahun 2026, saat ini sudah ada efisiensi anggaran dari Rp 268 triliun menjadi sekitar Rp 229 triliun. Namun angka tersebut masih sebelum dilakukan penyesuaian kembali terhadap berbagai perubahan tata kelola yang sedang kami lakukan," kata Waka BGN Agustina Arumsari dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut BGN tengah meninjau kembali berbagai komponen yang berpengaruh terhadap penggunaan APBN. Upaya itu dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Kalau nantinya ditemukan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian lebih lanjut berdasarkan kajian ilmiah dan data yang kuat, maka angka anggarannya akan menyesuaikan secara otomatis," katanya.

Agustina menambahkan BGN telah diminta Presiden Prabowo untuk memperbaiki tata kelola. Mereka diberi tenggat 1 bulan.

"Kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan. Jadi nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 (juta penerima manfaat), itu saya yakin sebenarnya nanti akan otomatis mengikuti," ucapnya.

Dia menerangkan pengurangan anggaran bukan semata-mata untuk berhemat. Katanya, itu hasil dari pembenahan data supaya program tepat sasaran.

Dia menyebut BGN sempat menemukan sekolah yang dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dia menilai hal itu dapat membuat anggaran tak efektif.

"Kalau ketemu nanti yang begitu, otomatis penerima manfaatnya juga berarti ada yang kemungkinan kemarin terbuang uang, karena sebenarnya harusnya nggak segitu. Karena dapodik sebenarnya memang nggak segitu jumlahnya," ujarnya.

Untuk itu, BGN diminta Prabowo tidak lagi mengejar target jumlah penerima manfaat. Kini mereka diminta meningkatkan kualitas program.

"Beliau tidak lagi menargetkan angka tertentu, tapi perbaiki kualitas. Benar-benar memang yang tepat sasaran," imbuhnya.

(tsy/maa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |