Mensos ke Tenaga Didik Sekolah Rakyat Jatim: Bekerja dengan Sungguh-sungguh

4 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat se-Jawa Timur untuk berikrar bekerja dengan sepenuh hati dalam mengasuh dan membimbing siswa Sekolah Rakyat (SR).

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat se-Jawa Timur yang digelar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/1/).

Adapun kegiatan ini diikuti oleh 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Gus Ipul meminta seluruh wali asrama dan wali asuh berdiri, mengangkat tangan, dan mengucapkan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen moral dalam menjalankan amanah pengasuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya, Wali Asrama dan Wali Asuh Sekolah Rakyat seluruh Jawa Timur, siap bekerja dengan baik sesuai pedoman yang telah ditentukan, siap bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati untuk mengasuh dan membimbing siswa-siswa Sekolah Rakyat agar menjadi agen perubahan dan sungguh-sungguh mampu memutus mata rantai kemiskinan," ucap Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Selain itu, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa, melainkan instrumen negara untuk pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi dengan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial.

"Sekolah Rakyat ini dirancang khusus. Anak-anak yang hadir di sini adalah the invisible people, yang penderitaannya tidak terlihat. Asa atau harapan adalah harta terakhir mereka, dan tugas kita adalah menjaga serta menguatkan asa mereka," ujar Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh yang turut hadir menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh kesetiaan para pendidik dalam mendampingi anak-anak.

"Yang paling mahal dalam mengurusi Sekolah Rakyat ini adalah kesetiaan. Kesetiaan yang melampaui tugas dan tanggung jawab formal," kata Prof. Nuh.

Prof. Nuh juga menegaskan bahwa setiap anak Sekolah Rakyat memiliki keunikan yang harus ditemukan dan diasah melalui pendidikan berbasis karakter dan kecakapan hidup, yang diperkuat dengan sistem berasrama.

Lebih lanjut, sejumlah siswa Sekolah Rakyat se-Jawa Timur turut memeriahkan acara dengan menampilkan bakat mereka, mulai dari menyanyikan lagu Laskar Pelangi, pembacaan puisi, hingga pidato dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Arab.

Penampilan para siswa disaksikan dengan penuh kekaguman oleh Gus Ipul, Prof. Nuh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, serta seluruh peserta yang hadir.

Khofifah memberikan apresiasi langsung kepada para siswa atas keberanian dan prestasi yang ditunjukkan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang proaktif dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat.

Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yakni 26 sekolah.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo; Staf Khusus Menteri Sosial, Fatkhurrohman Taufik; Tenaga Ahli Menteri, Andy Kurniawan,; Kepala Biro Humas Kemensos, Devi Deliani,; Kepala Biro OSDM Kemensos, Danu Ardhiarso,;Staf Khusus Pelindungan Anak KemenPPPA, Zahrotun Nihayah; Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak, Endah Sri Rejeki; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono; serta jajaran kepala OPD dan kepala dinas sosial kabupaten/kota se-Jawa Timur.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |