Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam lantaran menimbulkan korban jiwa. Para korban selamat berbagi cerita perjuangan menyelamatkan diri dari tragedi maut tersebut.
Terjadi dua kecelakaan di Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Kronologi peristiwa mulanya taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur, taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.
KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Warga kemudian berkumpul untuk membantu evakuasi taksi itu.
Kecelakaan kedua yakni KRL arah Cikarang yang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Cerita Korban Selamat
Rara Dania, salah satu korban selamat kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur, menceritakan detik-detik mencekam saat peristiwa maut itu terjadi. Rara sempat terjatuh dan terseret hingga mengalami luka di pipi.
Dia tak menyangka KRL yang ditumpanginya itu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek. Menurut Rara, tabrakan tejadi cukup kencang sampai handphone (HP) nya terlempar dan terdengar teriakan agar penumpang segera keluar gerbong.
"Masih nggak nyangka gua ada di dalem KRL yang kecelakaan, mau nangis tapi takut chaos, tu KRL bener-bener ditabrak kenceng banget, gua nggak tahu gua di gerbong berapa, tiba-tiba gua jatoh ke kiri, kegeret ampe pipi gua beset, 3 jari gua kebanting aspal KRL sampai badan gua sendiri nggak bisa nahan dan ikut kegeret, HP gua kelempar untungnya gua bisa ambil tu HP karena layarnya tiba-tiba nyala, gua cuma inget sebelum kebanting ada mas-mas teriak 'Woi keluar' semua orang belum sadar sampai bunyi ledakan lampu dan gelap," kata Rara melalui utasan di media sosialnya, seperti dilihat Kamis (30/4/2026) detikcom sudah mendapat izin mengutip utasan tersebut.
Terseret dan Jatuh
Saat terseret dan jatuh, Rara mencoba berdiri meski agak sulit. Dia berterima kasih lantaran dalam kondisi itu dia tidak terinjak-injak.
"Gua coba bangun meski susah, gua cuma makasih nggak ada yang injek gua yang udah bener-bener tiduran di lantai @kai121_. Kondisi udah gelap banget, di kepala gua isinya cuma nggak tahu ni kereta bakalan ke geret sampe mana," ujarnya.
Pintu KRL sempat tertutup, Rara juga sempat panik lantaran HP-nya terpental. Saat pintu sudah terbuka, dia keluar dan melihat asap sudah mengepul, lalu menyelamatkan diri keluar dari peron.
Banyak Orang Terluka
Rara melihat kondisi sekitar. Saat itu, banyak orang terluka.
"Sampai akhirnya gua coba ambil HP yang ikut kebanting untung masi kejangkau, dan coba bangun, gua coba nggak panik, tapi tetap gua nggak bisa nemu sepatu gua karena gelap banget, gua coba keluar, mukjizat! Pintu gerbong gua pas depan tangga, gua lari ke tangga, dan gua liat ada asap atau debu udah lekat banget sampai bikin nafas sesak, gua lari tap (kartu) terus gua duduk di tukang jualan persis di tangga, dan ibu-ibu baik banget langsung ngasih gua air, pas gua duduk gua liat dari jauh orang-orang udah pada luka-luka hebat," ucapnya.
Rara awalnya tak menyangka ada kecelakaan besar. Dia mengatakan hanya merasa kereta seperti ada yang mendorong dan ada yang berteriak menyuruh penumpang lain untuk turun dari gerbong.
"Karena mungkin gua terlalu shock sampe gua gatahu tahu ambulance, pemadam, mobil polisi udah rame banget, gua nggak tahu ternyata ini kecelakaan besar, tapi gua bisa pastiin ini KRL di tabrak karena rasanya persis kayak didorong kegeret plis @kai121_ gua berharap banget ada alarm di dalamnya, supaya kita tahu ada kecelakaan sebesar ini, gua bener-bener di kasih tahu sama mas-mas yang bilang 'Woi keluar' sama ledakan lampu," imbuhnya.
Terlempar dan Terhimpit
Penumpang lain yang selamat yakni Anggita (36). Sama seperti Rara, dia juga terlempar saat KRL ditabrak.
Hal itu diceritakan adik Anggita, Aditya Subagja, saat menemani kakaknya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Dia mengatakan Anggita berada di gerbong khusus wanita saat tragedi terjadi.
Dia menyebutkan Anggita awalnya hendak memberi kabar kepada keluarga ketika KRL yang ditumpanginya tak kunjung bergerak. Tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL hingga membuat penumpang di dalamnya terpental.
"Yang tadinya dia mau ngabarin suaminya karena keretanya delay, tiba-tiba sebelum dia kirim, keretanya tabrakan dan dia terlempar sama tumpukan orang-orang gitu," kata Adit di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4).
Anggita sempat terimpit sebelum akhirnya bisa dievakuasi. Adit mengatakan posisi kakaknya saat itu duduk di kursi prioritas dekat pintu keluar.
"Dekat sama kursi prioritas katanya, jadi dia pas kejadian terhimpit dan pintunya itu otomatis kebuka, lalu dia keluar di situ. Masih bisa keluar," ujarnya.
Alami Luka Lebam
Anggita sempat dirawat di IGD pada malam kejadian. Saat itu, dia diperbolehkan pulang karena dinilai tidak mengalami luka parah.
"Karena kelihatannya nggak terlalu parah mungkin ya, jadi dipulangkan. Udah gitu pas hari besoknya baru berasa, baru dibawa ke sini lagi buat check up, tadinya mau check up tapi jadinya malah kayak rawat inap," ucapnya.
Anggita juga dirujuk ke dokter spesialis saraf. Anggita mengalami lebam di tangan, kaki, dan punggung.
"Luka lebam di tangan sebelah kanan, sama kakinya, sama punggungnya itu nggak bisa bangun sendiri gitu, harus dibantu. Jadi dia dirujuk ke dokter spesialis saraf," ujarnya.
(dek/rfs)

















































