Masdar Hilmy: Buku 'Mengawal Pangan Menuai Aman' Ungkap Peran Polri Dukung Sektor Jagung

2 hours ago 3

Jakarta -

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Masdar Hilmy menilai buku 'Mengawal Pangan Menuai Aman' memberikan perspektif baru mengenai peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, buku tersebut mengungkap kontribusi kepolisian dalam mengawal program pengembangan jagung yang berdampak pada peningkatan produksi nasional.

Masdar mengatakan kehadiran buku karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Anwar, dan Irjen Susilo Teguh Raharjo tersebut penting karena memperlihatkan sisi lain pengabdian Polri. Ia menilai publik perlu memahami kepolisian juga berperan sebagai pendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ternyata Kepolisian Republik Indonesia mampu menjalankan fungsi supporting system dalam pengamanan ketahanan pangan di Indonesia," kata Masdar dalam bedah buku itu di Pusat Studi Kepolisian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, salah satu pesan utama dalam buku ini adalah bagaimana Polri mendampingi dan mendukung masyarakat petani, di luar tugas-tugas konvensional seperti pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum. Peran Polri, kata dia, terlihat melalui dukungan terhadap petani serta pengawalan berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian.

"Masyarakat semakin tahu bahwa polisi itu juga penjaga ketahanan pangan Republik Indonesia. Ini menunjukkan Polri hadir di relung-relung kehidupan masyarakat melalui isu kedaulatan pangan dan food security," ujarnya.

Masdar menilai keberhasilan peningkatan produksi jagung nasional menjadi salah satu capaian yang layak mendapat perhatian publik. Menurutnya, selama puluhan tahun Indonesia masih bergantung pada impor jagung untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun kondisi tersebut perlahan berubah seiring meningkatnya produksi nasional.

Ia mengatakan buku tersebut mengangkat bagaimana dukungan berbagai pihak, termasuk Polri, menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.

"Ternyata Polri berhasil mengawal dan mensupport para petani. Sekarang Indonesia sudah tidak lagi mengimpor jagung bahkan mampu mengekspor jagung. Ini sebuah prestasi yang layak diapresiasi," katanya.

Menurut Masdar, capaian di sektor jagung menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab kementerian teknis atau pelaku pertanian semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk aparat negara, untuk memastikan program berjalan efektif hingga tingkat lapangan.

Karena itu, ia menilai buku Mengawal Pangan Menuai Aman memiliki nilai penting sebagai dokumentasi sekaligus sarana edukasi publik mengenai keterlibatan Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

"Buku ini memperlihatkan wajah Polri yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat, yaitu Polri yang hadir mendukung petani, mengawal program pangan, dan ikut berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional," ujarnya.

Masdar mengakui perjalanan Polri selama 80 tahun tidak lepas dari berbagai dinamika dan beragam persepsi publik. Namun menurutnya, berbagai kontribusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat juga perlu mendapat ruang yang sama dalam diskursus publik.

Ia berharap buku tersebut dapat membantu masyarakat melihat secara lebih utuh peran Polri dalam pembangunan nasional, khususnya pada sektor yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Hal-hal seperti ini perlu diketahui masyarakat supaya wajah Polri yang sesungguhnya bisa lebih terlihat, yaitu Polri yang hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

(aud/maa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |