Menlu Jelaskan Dasar Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka

1 day ago 3
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan soal kapal perang Amerika Serikat (AS) melintas di Selat Malaka. Sugiono mengatakan hal itu merupakan bagian dari freedom of navigation patrol.

"Saya kira mereka biasa ya, patroli di kawasan. Ada yang namanya freedom of navigation patrol kan," kata Sugiono kepada wartawan di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Dia mengatakan kapal AS melintas di Selat Malaka bukan hal baru. "Itu bukan baru kok, bukan sesuatu yang baru," kata

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi adanya kapal perang milik AS melintas di Selat Malaka. TNI AL mengatakan kapal AS itu sedang transit.

"Pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus-menerus, langsung, dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya. Hal tersebut berdasarkan Pasal 37, 38, dan 39 pada UNCLOS 1982," kata Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul saat dihubungi, Minggu (19/4).

Tunggul menyebut aktivitas kapal perang tersebut dalam pelayaran internasional yang sah. Dia menyinggung hak kapal, termasuk kapal perang, yang melintasi perairan tersebut merupakan hak lintas transit atau transit passage pada strait used for international navigation atau selat yang digunakan untuk pelayaran internasional.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on The Law of The Sea atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut," jelasnya.

Adapun isu beredar menyebut bahwa AS akan mengerahkan kapal perangnya memburu kapal tanker di Selat Malaka. Tunggul menegaskan kapal asing yang melintas tidak boleh melanggar ketentuan.

"Selain daripada itu, selama kapal asing tersebut lintas transit juga tidak boleh melanggar ketentuan sesuai dengan COLREG 1972 tentang pencegahan tubrukan di laut Jan MARPOL tentang pencegahan pencemaran berasal dari kapal," ucapnya.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video Saat Purbaya Berandai-andai Tiru Iran: Pajaki Kapal di Selat Malaka

(eva/haf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |