Jakarta -
Kelompok massa Aliansi Masyarakat Jakarta Timur yang melakukan aksi agar pemerintah melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Patung Kuda, menemui Wamensesneg Juri Ardiantoro di kantor Kemensesneg, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, Juri mengungkap pembahasan yang dilakukan bersama massa aksi.
"Teman-teman dari Masyarakat Jakarta Timur ini yang mewakili dari kecamatan-kecamatan seluruh Jakarta Timur menyampaikan aspirasi mengenai keberlanjutan Makan Bergizi Gratis, MBG. Jadi masyarakat ini tidak rela, tidak ingin kalau MBG dihentikan. Mereka tetap ingin MBG harus tetap, harus terus berlanjut, karena memang itu dibutuhkan oleh masyarakat," kata Juri Ardiantoro di kantor Kemensesneg, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Juri menyebut massa juga memberikan sejumlah catatan dalam penyelenggaraan MBG. Massa meminta agar pihak yang menyalahgunakan MBG untuk ditindak oleh Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga memberikan catatan atau menyampaikan aspirasi supaya hal-hal yang membuat citra MBG ini tidak baik supaya ditangani. Misalnya isu korupsi. Supaya Pak Presiden dan seluruh jajarannya tegas menindak barang siapa atau pihak-pihak yang menyalahgunakan MBG dan melakukan korupsi di program MBG," katanya.
Juri menyebut massa juga meminta agar ada perbaikan pada program MBG. Standar MBG yang disajikan diharapkan bisa meningkat.
"Yang kedua, juga mereka menuntut supaya ada perbaikan-perbaikan dalam pelayanan pemberian makan bergizi gratis kepada anak-anak kita. Yang ketiga, mereka juga ingin standar dari menu setiap MBG yang disajikan juga memenuhi standar yang semestinya. Tidak ada pengurangan aspek, tidak ada pengurangan kuantitas dan sebagainya. Jadi, hal-hal yang perlu diperbaiki di dalam program MBG ini mereka tadi sampaikan supaya MBG tetap lanjut dan jalan." katanya.
Juri menyebut pembahasan yang dilakukan dengan massa aksi sejalan dengan pemerintah. Pemerintah, menurutnya, terus berusaha memperbaiki penyelenggaraan program MBG.
"MBG adalah program yang harus terus jalan karena memang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan demi kepentingan masa depan anak-anak kita, generasi kita. Tetapi tentu saja kita akan terus perbaiki hal-hal yang membuat MBG ini citranya negatif. Misalnya soal isu korupsi, kemudian pelayanan dan sebagainya. Jadi, apa yang disampaikan oleh masyarakat ini sejalan dengan apa yang menjadi kepentingan pemerintah," katanya.
Koordinator aksi, Edi Marzuki, menyebut Wamensesneg akan menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto apa yang menjadi tuntutan dari massa aksi. Dia juga merasa senang bisa melakukan audiensi dengan pihak pemerintah.
"Saya sangat senang. untuk masalah target, kita lihat feedback-nya nanti. Tapi kalau senang kami sudah cukup senang, cukup puas kami diterima di sana. Kami anggap ini sudah persentasenya sudah cukup lebih. Kami dihargai, kami diterima dengan baik di Mensesneg," ucap Edi.
Simak juga Video 'Mendes Yandri: Hampir 1 Juta Perangkat Desa Sebut Dukung Penuh MBG hingga KMP':
(zap/zap)


















































