Legislator Gerindra Dorong Kampus Ubah Orientasi Pencari ke Pencipta Kerja

3 hours ago 3

Jakarta -

Perguruan tinggi didorong tak lagi sekadar mencetak pencari kerja, tetapi melahirkan wirausaha. Hal itu mengemuka dalam diskusi 'Creative Hub, UMKM dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern' yang menekankan kampus sebagai motor ekonomi kreatif.

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Kawendra Lukistian menantang kampus menjadikan jumlah lulusan yang memiliki usaha sebagai indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) institusi.

"Misalkan KPI kampus di UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) bisa tidak para mahasiswanya punya usaha sendiri setelah lulus, khususnya sektor ekonomi kreatif. Nanti kita challenge saja dengan skripsi sambil membuka usaha, dan itu jadi KPI lulus dari kampus tersebut," ujar Kawendra dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan, kampus perlu bertransformasi menjadi ruang praktik nyata, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mulai merintis usaha sejak bangku kuliah.

"Kita ingin kampus mendorong lahirnya pengusaha. Bisa nanti ada Gekrafs di UMP khusus di kampus," katanya.

Gagasan tersebut disambut positif oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Dr. Jebul Suroso. Menurutnya, UMP telah lebih dahulu mengarah pada konsep serupa melalui smart curriculum yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.

"Kami sepakat dengan gagasan Mas Kawendra. Kampus harus menjadi tempat lahirnya pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Karena itu, UMP sudah menyiapkan kurikulum yang mendorong mahasiswa membangun usaha sejak masih kuliah," ujarnya.

Ia menjelaskan, implementasi kurikulum tersebut diwujudkan lewat program hilirisasi kelapa kopyor yang menghasilkan berbagai produk turunan bernilai tambah, termasuk olahan cokelat.

Selain itu, UMP menjalankan program profesor berdampak yang terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, salah satunya di kawasan wisata edukasi Kampung Inggris Banyumas.

Dalam forum tersebut, Kawendra juga menyoroti potensi Banyumas dan Purwokerto sebagai wilayah dengan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.

"Kalau bicara ekonomi kreatif, Purwokerto ini sudah menjadi intellectual territory yang bisa dioptimalkan. Ini adalah value yang bisa menjadi intellectual property dan dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |