Kemensos Beri Penghargaan kepada Tagana dari 38 Provinsi

2 hours ago 3

Jakarta -

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) menggelar kegiatan Santiaji dalam rangka peringatan 22 Tahun Taruna Siaga Bencana (Tagana) bertema '22 Tahun Mengabdi: Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri' di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Apel Peringatan HUT Tagana ke-22 serta Silaturahmi Akbar (halalbihalal) keluarga besar Tagana, yang dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, jajaran Kemensos, kepala dinas sosial dari seluruh Indonesia, serta perwakilan Tagana dari 38 provinsi.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Tagana, Gus Ipul menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan Tagana dari 38 provinsi yang hadir. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas kontribusi nyata Tagana dalam penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Semangat kebersamaan juga digaungkan melalui yel-yel yang dipimpin langsung oleh Gus Ipul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu komando! Satu aturan! Satu kesatuan!" ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Yel-yel ini kemudian disambut Agus Jabo dengan penegasan, "One command, one action!"

Sebanyak 1.102 peserta turut hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari unsur Tagana, Kampung Siaga Bencana (KSB), Pordam, Karang Taruna, Banser, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta seluruh kepala dinas sosial provinsi dan ketua forum koordinasi Tagana provinsi se-Indonesia.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa tidak banyak yang mengetahui sejarah pembentukan Tagana berawal dari keterbatasan. Bahkan, dalam perjalanannya, Tagana sempat diidentikkan dengan 'mobil rongsok' sebagai simbol perjuangan yang serba sederhana. Tagana tidak lahir dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang penuh keraguan dari berbagai pihak.

Namun, dari titik awal yang sederhana, sekitar 60 orang angkatan pertama terus bergerak membangun fondasi pengabdian. Seiring waktu, Tagana membuktikan eksistensinya sebagai kekuatan sosial yang tangguh dalam penanggulangan bencana. Sejak dideklarasikan pada 25 Maret 2004 di Lembang, Jawa Barat, hingga kini Tagana telah tumbuh menjadi garda terdepan kemanusiaan.

"Tagana adalah bagian dari pilar-pilar Kementerian Sosial yang membantu, khususnya pada saat ada bencana di berbagai tempat. Teman-teman Tagana selalu hadir di tengah bencana, mulai dari evakuasi, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi ribuan relawan Tagana.

"Kami berterima kasih kepada segenap kader Tagana yang telah turut serta menanggulangi dampak bencana, menyiapkan logistik, mendirikan dapur umum, hingga memberikan dukungan psikososial," lanjutnya.

Saat ini terdapat sekitar 35 ribu anggota Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Gus Ipul juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM Tagana melalui pelatihan berkelanjutan serta peran edukasi kebencanaan di masyarakat.

"Penting bagi Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas SDM Tagana melalui pelatihan. Ke depan, Tagana juga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah di daerah rawan bencana," tutur Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Koordinasi Tagana Jakarta Pusat, Benni Suryadilaga menyampaikan apresiasinya atas perjalanan panjang Tagana.

"Saya sangat senang Tagana bisa terus bertahan dan mengabdi hingga 22 tahun. Di lapangan, solidaritas antar personel menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tugas kemanusiaan yang tidak ringan," tutup Benni.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |