Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) menanggapi aksi warga Desa Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang membuat petisi dengan darah agar jalan mereka diperbaiki. Pemprov Banten meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang menangani jalan yang merupakan kewenangan Pemkab itu.
"Jalannya merupakan wewenang kabupaten. Baiknya dari Pemkab dulu selaku penanggung jawab atau pemilik kewenangan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arlan Marzan, Rabu (24/6/2026).
Dia mengatakan Pemkab meminta bantuan ke Pemprov jika tak mampu menangani permasalahan. Dia menyebut permintaan itu dapat diajukan lewat surat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersurat ke Provinsi jika memang tidak mampu membangun," ujarnya.
Menurut Arlan, jalan di Cimanggu yang dipermasalahkan warga belum masuk dalam usulan perbaikan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Jika Pemkab Pandeglang mengajukan permohonan, katanya, Pemprov akan memverifikasi untuk dimasukkan ke dalam program Bang Andra.
"Jadi nanti dalam penyesuaian anggaran, Pemprov akan meminta Pemkab menentukan mana yang menjadi skala prioritas untuk dibangun," katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga dari lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, membuat petisi menggunakan darah mereka. Warga menuntut perbaikan jalan yang telah rusak selama puluhan tahun.
"Puluhan tahun belum ada perbaikan, kondisinya sudah parah," kata perwakilan warga bernama Sujana, Senin (22/6).
Sujana mengatakan 59 orang perwakilan dari lima kampung itu membuat petisi dengan membubuhkan cap darah di atas kertas putih yang berisi tanda tangan agar pemerintah segera melakukan penanganan. Menurutnya, darah warga menjadi simbol kedaruratan.
Sujana menyebut kondisi jalan sangat membahayakan warga dan anak sekolah. Ia mengatakan banyak warga yang mengalami kecelakaan ketika melintas.
Menurut Sujana, ruas jalan yang rusak merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, tapi tak kunjung ada upaya perbaikan. Warga meminta Gubernur Banten, Andra Soni, segera mengatasi keluhan mereka.
"Satu-satunya harapan kami ke Gubernur. Kalau ke Pandeglang, kami sudah tidak berharap. Kalau mau diperbaiki, sudah dari dulu," ucap Sujana.
Tonton juga video "Jalan Penghubung 2 Desa di Klungkung Bali Amblas, Pengendara Waswas"
(aik/haf)
















































