HUT Tagana, Mensos Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Sistem & Data

1 hour ago 3

Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri Apel Peringatan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-22 di halaman kantor Kementerian Sosial. Apel tersebut diikuti 1.000 anggota Tagana dari seluruh provinsi di Indonesia.

Gus Ipul menyampaikan Tagana harus selalu ada di setiap bencana, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan kehadiran Tagana bukan sekadar slogan, melainkan bukti negara tidak pernah absen untuk rakyat.

"Tagana bukan sekadar relawan. Tagana adalah garda terdepan negara dalam perlindungan sosial saat bencana. Saudara hadir paling cepat, bekerja paling keras, dan pulang paling akhir," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan peran Tagana mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Menurutnya, Tagana bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan bagi masyarakat terdampak bencana.

Kepada ribuan anggota Tagana, Gus Ipul menyampaikan enam arahan utama. "Pertama, siaga tanpa kompromi. Saat bencana terjadi, Tagana harus menjadi yang pertama hadir, tidak boleh ada keterlambatan dan keraguan," kata Gus Ipul.

Kedua, Gus Ipul mengajak seluruh personil Tagana untuk selalu bersikap profesional dan terlatih dengan meningkatkan kapasitas evakuasi, logistik, dapur umum, serta dukungan psikososial.

"Latihan adalah kesiapan nyata di lapangan, karena di medan bencana yang kita hadapi bukan simulasi tetapi nyawa manusia," jelas Gus Ipul.

Ketiga, Tagana diminta untuk solid dan terintegrasi melalui penguatan kolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, dinas sosial, dan seluruh pemangku kepentingan. "Ingat bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong," tegas Gus Ipul.

Keempat, Gus Ipul berpesan penanggulangan bencana harus berbasis data dan sistem. Dengan begitu, respons bencana tidak hanya cepat tetapi juga tepat sasaran.

"Gunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran karena setiap bantuan yang salah sasaran ada hal orang lain yang tertunda," ucapnya.

Selanjutnya, Gus Ipul berpesan untuk selalu menjaga integritas tanpa kompromi. "Tidak boleh ada penyalahgunaan bantuan karena bantuan bencana adalah amanah kemanusiaan tidak ada ruang kompromi dalam amanah kemanusiaan," imbau Gus Ipul.

Keenam, Gus Ipul berpesan kepada Tagana untuk selalu bersikap humanis dan berempati. Pasalnya, korban bencana tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan harapan sehingga kehadiran Tagana harus memberi kehangatan sekaligus menguatkan moral.

Dorong Tagana Sukseskan Sekolah Rakyat

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menitipkan tugas khusus kepada Tagana untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Tagana harus turut serta menjaga Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih kepada seluruh Tagana yang selama ini telah berperan sebagai sahabat Sekolah Rakyat. Saudara-saudara adalah relawan tetapi bekerja dengan dedikasi yang luar biasa," ungkap Gus Ipul.

Ia juga berpesan kepada seluruh pemerintah daerah untuk terus mendukung Tagana. "Saya menitipkan tiga hal, perhatikan Tagana di daerah, perkuat kapasitasnya dan dukung operasionalnya. Jangan biarkan mereka hadir tanpa dukungan, bekerja tanpa perlindungan. Kalau Tagana kita kuat maka masyarakat kita lebih tangguh," pungkas Gus Ipul.

Sebagai informasi, turut hadir dalam apel tersebut, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin serta jajaran pejabat tinggi Kemensos.

Apel Peringatan HUT Tagana ke-22 ditutup dengan penampilan simulasi vertical rescue yang memukau. Dalam atraksi tersebut, personil Tagana memperagakan evakuasi korban dari ketinggian di gedung utama Kemensos melalui teknik ladder rescue dan teknik zip line. Simulasi ini menjadi gambaran kesiapsiagaan, keterampilan, dan dedikasi Tagana dalam menghadapi situasi bencana.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |