Cilegon -
Polda Banten menjelaskan anak politikus PKS yang dibunuh perampok sempat melakukan perlawanan. Namun, pelaku membalasnya dengan tusukan hingga korban berusia 9 tahun itu meninggal dunia.
Dirkrimum Polda Banten Kombes Dian Setiawan menjelaskan pelaku masuk ke rumah politikus PKS dengan mencongkel jendela. Setelah masuk ke lantai 1, pelaku melihat ada brankas besar dengan kondisi pintu terbuka.
"Setelah mengotak-atik brankas dan tidak berhasil, bahkan brankas sempat digeser ke kiri, yang bersangkutan naik ke lantai 2," kata Dian dalam konferensi pers di Polda Banten, Senin (5/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lantai 2 itu, pelaku mendatangi kamar korban A. Di sana, pelaku melihat korban sedang bermain ponsel di atas kasur.
"Selanjutnya korban menghampiri, pelaku mengasih kode untuk diam," katanya sambil memperagakan pelaku mengacungkan jari telunjuk ke mulut.
"Selanjutnya (pelaku) sempat nanya 'ayahmu di mana?'. Korban sempat menjawab 'keluar'," katanya menambahkan.
Pelaku lalu menanyakan kunci brankas kepada korban A. Korban menjawab 'tidak tahu', sambil mengatakan 'mungkin kakak D tahu' sambil menunjuk kamar kakaknya yang ada di ujung lantai 2.
"Selanjutnya korban dirangkul dibawa ke almari putih di kamar utama bapaknya. Di situ diikat," katanya.
Korban Melawan hingga Ditusuk
Namun, saat hendak diikat, korban melakukan perlawanan dengan cara 2 kali menendang kemaluan pelaku, lutut, dan siku.
"Dari situ, pelaku langsung menusuk korban," ucapnya.
Korban sempat teriak dan semakin ditusuk. Setelah melakukan penusukan, pelaku turun ke lantai 1 ke tempat brankas. Di dekat brankas itu ditemukan bekas darah di bagian kunci kode dan bagian atas brankas.
"Dipirknya tidak berhasil, pelaku langsung kabur lewat jalan masuk yaitu jendela pembantu, loncat pagar dan melarikan diri," lanjutnya.
Motif Ekonomi
Dirkrimum menjelaskan motif pelaku melakukan perampokan karena himpitan ekonomi. Kondisinya yang menderita penyakit kanker nasofaring membuat kondisi perekonomian keluarganya semakin memburuk.
"Karena himpitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan melakukan tindak pidana ini," katanya.
Polisi menemukan rekam jejak digital bukti chat pelaku dengan istrinya soal rencana melakukan tindak kriminal. Chat tersebut dilakukan pada tanggal 16 Desember 2025 pukul 09.00 WIB sebelum kejadian di DBS.
"Bahkan yang bersangkutan sempat curhat kepada istrinya. Ditemukan chat handphone antara pelaku dan istrinya 'apabila keadaan semakin amblas', yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal dan ini dijawab oleh istrinya sendiri 'astagfirullah yang'," jelasnya.
(mea/mea)
















































