Momen Walkot Pekanbaru Sahur On The Road Bareng 2.000 Driver Ojol

5 hours ago 3

Jakarta -

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menggelar Sahur On The Road bersama lebih dari 2.000 driver ojek online (ojol). Hal ini dilakukan dalam sebuah kegiatan kolaboratif yang dinilai sebagai yang pertama dilakukan kepala daerah di Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Purna MTQ Pekanbaru pada Ahad dini hari tersebut bukan sekadar makan sahur bersama. Walkot turun langsung berdialog, menyerap aspirasi, hingga melakukan konvoi menuju Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau untuk salat Subuh berjamaah bersama para driver. Menariknya, kegiatan ini juga diikuti driver non-muslim sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan lintas iman dan profesi.

Kegiatan ini bermula dari komentar seorang driver ojol di media sosial yang meminta agar Wali Kota mengajak mereka berkumpul dan berdialog. Respons cepat tersebut kemudian diwujudkan dalam kegiatan akbar yang dihadiri ribuan driver dari berbagai platform.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan driver menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan efisiensi kerja para ojol.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Baznas menyalurkan THR sebesar Rp 200 ribu kepada driver ojol muslim yang hadir. Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan atas kebersamaan lintas iman, bantuan kepada driver non-muslim diberikan langsung secara pribadi oleh Wali Kota Agung Nugroho dengan nilai yang setara, sehingga seluruh peserta mendapatkan perhatian yang sama tanpa membedakan latar belakang agama.

Selain itu, lima unit sepeda motor baru dibagikan kepada driver beruntung, dilakukan penyerahan helm dan bibit pohon dari Polresta Pekanbaru, serta pengundian satu unit sepeda motor dari BRK Syariah. Pemerintah Kota Pekanbaru juga berkomitmen membangun 1.000 titik WiFi gratis yang akan menjangkau berbagai wilayah kota, termasuk basecamp para driver ojol.

Ia menegaskan bahwa Pekanbaru bukan hanya milik mereka yang bekerja di kantor, tetapi juga milik para 'pejuang jalanan' yang menggerakkan roda ekonomi kota setiap hari.

"Pekanbaru ini milik kita semua. Kota ini berdiri karena kerja keras seluruh warganya, termasuk para driver ojol yang bekerja siang malam melayani masyarakat," ujar Agung.

Secara nasional, pekerja berbasis aplikasi menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital Indonesia. Langkah Pekanbaru dinilai sebagai model kepemimpinan daerah yang responsif, inklusif, dan hadir langsung di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika sosial dan ekonomi nasional, pendekatan kepemimpinan yang merangkul, mendengar, dan hadir langsung bersama rakyat menjadi kebutuhan zaman. Apa yang dilakukan di Pekanbaru menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik dan anggaran, tetapi juga tentang empati, keberpihakan, dan persatuan dalam keberagaman.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pekerja sektor informal, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan kota hanya dapat dicapai jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.

Simak juga Video Boleh Ada Sahur on The Road Gak di Jakarta? Ini Kata Pramono

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |