BMKG Ungkap Musim Hujan 2026/2027 Pendek, tapi Curah Hujan Lebih Besar

3 hours ago 2

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. BMKG memetakan sejumlah daerah yang rawan dilanda bencana hidrometeorologi basah saat memasuki puncak musim hujan.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut durasi musim hujan kali ini relatif lebih pendek. Meski begitu, akumulasi curah hujan diprediksi berada di atas normal, sehingga potensi hujan lebat dengan intensitas tinggi sangat terbuka terjadi.

"Periode musim hujan ini pendek, tetapi curah hujan umumnya lebih besar dari normal. Nah, ini yang perlu diwaspadai," kata Andri dalam jumpa pers terkait prediksi musim hujan 2026/2027 di Indonesia, yang berlangsung di kantor BMKG Pusat, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bisa saja hujan nanti jatuh secara intens di bulan-bulan tersebut, dan untuk wilayah-wilayah yang secara historikal itu terjadi bencana hidrometeorologi basah itu perlu diwaspadai," lanjutnya.

Andri menyebut wilayah yang secara historis pernah mengalami bencana hidrometeorologi basah perlu meningkatkan kewaspadaan. Dia mengungkap wilayah basah itu.

"Umumnya adalah di wilayah Jawa, saya kira Jawa ini merata, terutama mungkin di Jawa Barat yang tertinggi, kemudian juga disusul di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Lalu juga untuk wilayah Sumatera, juga ini juga perlu diperhatikan di Padang, Sumatera, kemudian juga di Sumatera Utara, dan juga Aceh," sambungnya.

Selain Jawa dan Sumatera, Andri juga menyoroti wilayah lain di kawasan timur yang memiliki riwayat bencana serupa.

"Mungkin ada perlu diantisipasi di wilayah Sulawesi, terutama Sulawesi Selatan dan juga Sulawesi Tengah, dan juga mungkin beberapa wilayah yang memang rawan bencana di wilayah Papua dan juga sebagian di Maluku," imbuh Andri.

Puncak Musim Hujan Terjadi 3 Bulan

Pejabat BMKGDirektur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab (Rumondang/detikcom)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, memaparkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan terkonsentrasi hanya dalam kurun waktu tiga bulan, yakni Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027.

Pada Desember 2026, sekitar 155 Zona Musim (ZOM) atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki puncak hujan. Wilayahnya meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan bagian utara, Kalimantan Barat, serta sebagian Sulawesi bagian barat.

Memasuki Januari 2027, puncak musim hujan bergeser melanda 162 ZOM atau 25,68 persen daratan. Wilayah tersebut meliputi hampir seluruh Pulau Jawa, Lampung, Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi (Sulawesi bagian utara dan Sulawesi Selatan bagian barat), hingga mayoritas Papua.

Sementara itu, pada Februari 2027, puncak musim hujan terjadi di 190 ZOM, mencakup sebagian besar Sulawesi bagian tengah, Sulawesi Tenggara, Papua bagian selatan, dan beberapa titik di Maluku.

"Namun juga yang perlu kita waspadai adalah bahwa puncak musim hujan ini cukup padat. Artinya gini, hanya terjadi di paling banyak terjadi di 3 bulan ini, ya, di Desember, Januari, Februari, ya. Ini mungkin yang perlu menjadi kewaspadaan kita," pungkas Fachri.

Lihat Video: BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Sebagian Kalimantan Dimulai Oktober

(ond/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |