Bamsoet: Komunitas Otomotif Bagian dari Ekonomi Kreatif Nasional

8 hours ago 4

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi gelaran Sunday Afternoon Ride dari Volkswagen Beetle Club (VBC). Dia menilai ajang ini menjadi wadah positif bagi pecinta otomotif.

Mengusung konsep Jakarta City Rolling, kegiatan ini mempertemukan para pecinta VW Kodok dalam perjalanan santai dari Blackstone Garage Kebayoran Baru menuju Thamrin 10 Jakarta. Acara tersebut memadukan semangat otomotif, kebersamaan, kreativitas visual, hingga aksi sosial kemanusiaan.

"Sunday Afternoon Ride VBC menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat menjadi sarana untuk membangun persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menjaga warisan budaya otomotif. Saya mengapresiasi Volkswagen Beetle Club yang terus menghadirkan kegiatan kreatif, positif, dan dekat dengan masyarakat," ujar Bamsoet saat menghadiri Sunday Afternoon Ride di Blackstone Garage Jakarta, Minggu (23/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan keberadaan komunitas kendaraan klasik memiliki nilai strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi otomotif modern. Ketika industri bergerak menuju elektrifikasi, digitalisasi, dan kendaraan otonom, komunitas mobil klasik justru berperan menjaga sejarah perjalanan industri otomotif.

"Komunitas kendaraan klasik mengajarkan bahwa sebuah kendaraan memiliki nilai sejarah, cerita, dan ikatan emosional yang tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi. Karena itu keberadaan komunitas kendaraan klasik perlu terus didukung agar generasi muda mengenal sejarah otomotif sekaligus belajar tentang pentingnya merawat aset budaya," ungkap Bamsoet.

Menurut Bamsoet, kegiatan yang menggabungkan riding, coffee gathering, produksi konten sinematik, hingga social charity merupakan contoh bagaimana komunitas otomotif mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Komunitas otomotif saat ini tidak lagi sekadar berkumpul dan memamerkan kendaraan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi berbagai sektor.

"Model kegiatan seperti ini sangat relevan dengan karakter generasi sekarang. Ada unsur kreativitas, ada semangat berbagi, ada interaksi sosial yang sehat, dan ada tempat untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif. Komunitas otomotif telah berkembang menjadi ekosistem yang produktif," jelas Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet menambahkan bahwa kontribusi komunitas otomotif terhadap perekonomian nasional juga semakin besar. Industri otomotif Indonesia masih menjadi salah satu sektor manufaktur utama yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung.

Kehadiran komunitas otomotif turut menciptakan permintaan terhadap jasa restorasi, bengkel spesialis, suku cadang, modifikasi, fotografi, penyelenggaraan acara, hingga sektor kuliner dan pariwisata. Berbagai kegiatan yang digelar komunitas otomotif terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menarik perhatian masyarakat luas.

"Komunitas otomotif telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif nasional. Setiap kegiatan yang diselenggarakan menghadirkan efek berantai bagi banyak pelaku usaha. Karena itu saya selalu mendorong agar komunitas otomotif terus menghadirkan kegiatan yang produktif, tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," pungkas Bamsoet.

(akd/akd)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |