5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat Sade di NTB

7 hours ago 4
Jakarta -

Ratusan rumah di kampung adat wisata Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) kebakaran. Kini, penyebab dari kebakaran itu tengah diselidiki oleh kepolisian setempat.

Kebakaran di Kampung Adat Sade ini terjadi sekitar pukul 22.00 Wita pada Sabtu (22/8). Ada sekitar 120-an rumah adat Sade yang hangus dilalap si jago merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini 5 fakta kebakaran hebat di Kampung Adat Sade yang dirangkum detikcom, Minggu (23/8/2026):

1. Tentang Kampung Adat Sade

Kampung Adat Sade ini terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kampung adat ini bukan sekadar kawasan permukiman.

Kampung Adat Sade merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya.

Rumah adat Sade terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

2. Kesaksian Kades dan Warga

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse menyebut pihaknya pada Sabtu kemarin melakukan pemadaman secara intensif. Ia juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi warga yang tinggal di rumah Sade tersebut.

"Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP," kata Lalu Winakse dilansir dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Sementara itu, salah satu warga, Amaq Imi, mengatakan kebakaran tersebut terjadi secara tiba-tiba pada malam hari ketika warga sedang tertidur. Barang-barang seperti kain tenun, uang, hingga ponsel tidak sempat diselamatkan.

"Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja," kata Amaq.

3. Gubernur NTB Pastikan Kebutuhan Korban Terpenuhi

Rumah kampung adat Sade mengalami kebakaran. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan pihaknya akan memenuhi kebutuhan dasar warga dan pendidikan anak-anak Sade yang terdampak kebakaran.

"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat," ujar Lalu Muhamad Iqbal di lokasi kebakaran, dilansir Antara, Minggu (23/8/2026).

Saat meninjau lokasi, Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Dia ingin seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," tegas Iqbal.

Dia menegaskan pemerintah daerah akan memperhatikan anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu. Iqbal menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

"Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu," tegasnya.

4. 129 Rumah Adat Sade yang Terbakar Bakal Direkonstruksi

Sebanyak 129 rumah Desa Adat Sade ludes terbakar. Rencananya, Pemprov NTB bakal merekonstruksi 129 rumah di desa tersebut yang dilalap api pada Sabtu malam.

Selain penanganan awal, skema rekonstruksi rumah adat yang terbakar tengah disiapkan. Iqbal menilai Desa Adat Sade perlu segera dibangun kembali karena merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Sasak.

"Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," ungkap Iqbal dilansir detikBali, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lain.

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan. Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu," ujar Iqbal.

5. Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Anggota Polda NTB dan Polres Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran rumah di Desa Adat Sade. Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui.

Dilansir detikBali, puluhan personel dari tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda NTB dan Polres Lombok Tengah tampak berada di lokasi. Mereka mengambil foto dokumentasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi maupun korban.

Garis polisi telah terpasang di lokasi kebakaran. Selain itu, sejumlah pejabat daerah turut meninjau lokasi kejadian, mulai dari Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri hingga Wakil Bupati HM Nursiah.

"Iya, ini tim gabungan dari Polda dan Polres. Kemudian rencananya kami meminta backup dari Bali," kata Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto kepada detikBali saat meninjau lokasi kejadian, Minggu (23/6/2026).

Hariyanto mengatakan pihak kepolisian belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Sampai sekarang belum. Nanti menunggu hasil dari tim ini ya," tegasnya.

Hariyanto menjelaskan, sejak semalam hingga hari ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 100 personel gabungan dari TNI-Polri dan Pemerintah Daerah. Seluruh personel disiagakan untuk membantu proses evakuasi serta melakukan pengamanan di area sekitar lokasi kejadian.

(fas/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |