Jakarta -
Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai (YWAM) membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2027/2028 untuk jenjang pendidikan KB/TK hingga SMA di sekolah-sekolah Al Azhar Bekasi.
Pembukaan PMB tersebut turut menawarkan berbagai program pengembangan siswa, mulai dari penguatan karakter dan kepemimpinan hingga pengenalan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), serta wawasan internasional.
YWAM menaungi 10 sekolah Al Azhar di tiga kawasan, yakni Jakapermai, Kemang Pratama, dan Grand Wisata. Selain program unggulan di masing-masing sekolah, YWAM memiliki program di tingkat yayasan yang mencakup pendampingan perkembangan anak, leadership, teknologi dan AI, kesiapan akademik, serta wawasan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya melalui APSUS (Al-Muhajirien Psychological Support for Students), siswa mendapat pendampingan yang memperhatikan perkembangan psikologis, potensi, minat, dan kebutuhan mereka. Orang tua juga dapat berkonsultasi secara personal dengan psikolog mengenai perkembangan anak.
Kemampuan kepemimpinan dikembangkan melalui AGILE (Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence). Siswa dilatih berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, mengambil keputusan, bernegosiasi, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri dan kesadaran global.
Program tersebut salah satunya diwujudkan melalui Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) yang digelar pada 2026. Kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa itu diikuti sekitar 200 delegasi dari 61 sekolah, dengan siswa Al Azhar di bawah naungan yayasan meraih sembilan penghargaan, termasuk Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, dan Verbal Commendation.
Ketua YWAM Mohammad Syafiudin mengatakan dunia pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan kebutuhan anak yang semakin dinamis.
"Dunia pendidikan hari ini harus mampu mengikuti perubahan yang begitu cepat. Anak-anak tumbuh di tengah dunia yang semakin terbuka, sehingga mereka perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami lingkungan di sekitarnya," kata Syafiudin dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Menurut Syafiudin, kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu bekal penting untuk memperluas wawasan siswa terhadap perkembangan dunia.
"Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting karena membuka akses anak-anak terhadap informasi, perspektif, dan perkembangan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kami ingin mereka tumbuh sebagai pribadi yang siap menghadapi perubahan, memiliki wawasan luas, dan nantinya mampu memberikan dampak positif bagi Indonesia maupun dunia," lanjutnya.
Selain wawasan global, YWAM memperkenalkan perkembangan teknologi melalui AMICA (Al-Muhajirien Initiative for Coding and Artificial Intelligence). Siswa dikenalkan dengan coding dan AI serta diarahkan memahami pemanfaatan teknologi untuk membuat sesuatu dan menyelesaikan persoalan.
Dari sisi akademik, sekolah-sekolah di bawah naungan YWAM menerapkan kurikulum Cambridge. Pembelajaran tersebut mencakup pendalaman mata pelajaran, asesmen berstandar internasional, serta pengembangan kemampuan analisis, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemandirian belajar.
Syafiudin mengatakan penerapan kurikulum Cambridge diarahkan untuk memberikan perspektif global sekaligus tetap memperkuat karakter dan nilai Islam siswa.
"Bersama Cambridge, kami ingin memperluas pengalaman belajar anak-anak agar mereka memiliki perspektif yang lebih global. Namun bagi kami, pendidikan yang berstandar internasional tetap harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai yang kuat," ujar Syafiudin.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan identitas dan karakter siswa.
"Target kami bukan hanya melahirkan siswa yang unggul secara akademik dan siap melangkah ke tingkat internasional, tetapi juga generasi yang memiliki identitas, karakter, dan nilai-nilai Islam sebagai bekal dalam menentukan arah dan kontribusinya di masa depan," pungkas Syafiudin.
Sejumlah capaian siswa turut menunjukkan penguatan akademik tersebut. SMP Islam Al Azhar 8 menempati peringkat pertama dalam daftar 20 SMP dengan rerata nilai TKA terbaik se-Kota Bekasi 2026 dengan nilai 78,735.
Di jenjang SMA, Diaz Raditya Airlangga dari SMA Islam Al Azhar 4 meraih Gold Medal pada National Science Olympiad bidang Economics serta diterima di University of Toronto, Kanada, dan The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST). Sementara Gusti Ayudhita Hafidz dari SMA Islam Al Azhar 18 diterima di sembilan universitas luar negeri.
Program internasional juga tersedia di masing-masing sekolah. SMP Islam Al Azhar 9 memiliki International Islamic Learning Program ke Cairo, Makkah, dan Madinah serta Asian Student Exchange Program ke Taiwan. Adapun SD Islam Al Azhar 9 meraih Gold Medal pada Malaysian Choral Eisteddfod kategori A1: Young Children Championship di Malaysia.
Rangkaian program tersebut dirancang berkesinambungan dari KB/TK, SD, SMP hingga SMA. APSUS, AGILE, AMICA, dan Cambridge berjalan berdampingan dengan program unggulan masing-masing sekolah sesuai kebutuhan pada setiap jenjang pendidikan.
Memasuki Tahun Ajaran 2027/2028, PMB dibuka untuk sekolah-sekolah Al Azhar di bawah naungan YWAM. Program yang ditawarkan mencakup pendampingan psikologis, penguatan leadership, pengenalan coding dan AI, hingga pengalaman akademik dan internasional.
Informasi PMB Al Azhar Bekasi 2027/2028 dapat diperoleh melalui formulir pendaftaran di pmbonline.muhajirien.org dan situs muhajirien.org. Informasi juga tersedia melalui Humas Yayasan di 0813-6688-8806 atau telepon 021-8843242.
Tonton juga video "Universitas Al-Azhar di Gaza Sambut Kedatangan Mahasiswa Baru"
(prf/ega)


















































