AHY Dorong Sinergitas dalam Pembangunan Infrastruktur RI

4 days ago 9

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pengembangan ekosistem industri baterai nasional.

Pesan itu disampaikan AHY saat menerima audiensi National Battery Research Institute (NBRI) di Kantor Kemenko Infrastruktur pada Senin (13/4).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Indonesia Battery Summit (IBS) 2026 sekaligus penguatan kolaborasi strategis antara pemerintah, lembaga riset, dan pelaku industri dalam mendukung transisi energi serta pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Audiensi dipimpin Founder NBRI Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini bersama jajaran NBRI dan perwakilan ID Battery/IBC. Dalam kesempatan itu, NBRI memaparkan konsep IBS 2026 serta peluang kolaborasi guna menyelaraskan agenda tersebut dengan prioritas pembangunan nasional.

AHY menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya orkestrasi kebijakan yang terintegrasi dalam mendukung pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

"Infrastruktur memiliki cakupan luas dan menjadi fondasi berbagai sektor, termasuk pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik. Kami siap mengorkestrasikan kebijakan dan program agar terintegrasi serta memberikan dampak maksimal bagi masyarakat," ujar Menko AHY, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Ia mengatakan penguatan sektor energi, khususnya transisi menuju energi baru terbarukan dan elektrifikasi transportasi, menjadi prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang signifikan, sehingga pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai menjadi langkah strategis untuk mencapai target net zero emissions pada 2060.

Selain itu, AHY juga menyoroti pentingnya hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya mineral strategis Indonesia.

"Kita memiliki sumber daya mineral kritis yang melimpah. Tantangannya bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui riset dan inovasi, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing industri nasional," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Kemenko Infrastruktur mengoordinasikan sejumlah kementerian strategis, mulai dari bidang agraria dan tata ruang, pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman, hingga perhubungan. Seluruh sektor tersebut, kata dia, berkaitan erat dengan pengembangan ekosistem industri baterai dari hulu sampai hilir.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan agenda IBS 2026 dengan kebijakan pembangunan nasional, terutama dalam mendukung industrialisasi, dekarbonisasi sektor transportasi, dan pengembangan kendaraan listrik nasional.

Menutup pertemuan, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami terbuka untuk bekerja sama dan memastikan setiap inisiatif berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arif Rachman, Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan Kewilayahan Ahmad Khoirul Umam, serta Sekretaris Deputi Romi Firman.

Simak juga Video: Menko AHY Ungkap 4 Prioritas Pembangunan Infrastruktur, Apa Saja?

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |