Jakarta -
Pendiri 98 Resolution Network Haris Rusly Moti bersyukur sikap Presiden Prabowo Subianto yang menjaga situasi nasional tetap kondusif. Haris mengungkap Presiden Prabowo dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sering mengajak dialog pihak yang berbeda pandangan dengan pemerintah.
"Prof Dasco bahkan sering menghadiri forum-forum diskusi formal maupun informal dan mendengar langsung pandangan kritis dari berbagai kelompok yang berbeda spektrum. Sangat tidak beralasan jika ada pihak yang mengatakan pemerintah antikritik dan antidialog," ujar Haris dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Haris, Prabowo maupun Dasco tidak menganut aliran politik devide et impera, yang membenturkan secara horizontal masyarakat untuk tujuan memperkuat kekuasaan. Dia mengaku sering memperhatikan sejumlah kritik kepada Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selaku pendukung pemerintah, kami mencermati dan mencoba memahami kritik yang ditujukan kepada Presiden Prabowo. Beberapa diantaranya masih bisa dimaklumi karena terkait koreksi terhadap tata kelola program prioritas pemerintah, seperti tata kelola program Makan Bergizi Gratis dan sejumlah program lainnya yang dinilai berpotensi menjadi sumber kebocoran baru yang sedang diberantas oleh Presiden Prabowo," katanya.
Menurutnya, sejumlah kritik yang disampaikan masyarakat telah didengar dan telah diakomodir oleh pemerintah, dia mencontohkan kritik mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan pemerintah langsung mengatasi kritik dari masyarakat.
"Ini adalah bukti Presiden Prabowo tidak menutup mata dan telinga terhadap kritik dan koreksi terhadap tata kelola program pemerataan gizi nasional melalui MBG," tegas Haris.
Haris mengatakan program kerakyatan yang telah berjalan cukup lama seperti BLT, Bansos Beras, Subsidi Pupuk, Gas dan Solar subsidi, masih terjadi penyimpangan tata kelola. Apalagi, katanya, program Prabowo yang baru dirintis.
"Apalagi program yang baru dirintis oleh Presiden Prabowo, dan baru berjalan satu tahun lebih, tentu kita akui belum sempurna dalam pelaksanaannya, masih membutuhkan perbaikan pada level tata kelola," jelas Haris.
Haris mengaku bersyukur dengan kepemimpinan Prabowo di tengah guncangan geopolitik, dia mengatakan banyak negara di dunia mengalami krisis energi, rakyat antri berebut BBM. Namun, Indonesia hingga saat ini aman.
"Namun, di dalam negeri, kita bersyukur kepada Tuhan, berkat kerja keras Presiden Prabowo berhasil memastikan pasokan energi yang stabil dan terjangkau. Memang terjadi beberapa titik kelangkaan gas elpiji, namun telah berhasil diatasi. Pemerintah melalui Menteri Keuangan bahkan memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir tahun," ujar Haris.
"Kita bisa bayangkan jika terjadi kelangkaan BBM seperti yang terjadi di sejumlah negara, maka dampaknya bisa menghambat distribusi pangan, sembako, dll. Kelaparan bisa menimpa rakyat kita. Mereka yang menentang pemerintah juga pasti terdampak jika terjadi krisis energi dan krisis pangan, anak-anak dan keluarga kita juga terkena dampak. Kita memohon kepada Tuhan yang maha Kuasa agar malapetaka seperti itu tidak terjadi pada bangsa kita," lanjut Haris.
Haris menilai Presiden Prabowo telah memperkirakan akan terjadi guncangan geopolitik yang berdampak pada kelangkaan energi dan pangan. Oleh karena itu, sejumlah kebijakan dibuat untuk menjaga bangsa kita terhindar dari krisis energi dan krisis pangan.
"Bahkan sebelum meledak perang Iran versus Israel-Amerika, Presiden Prabowo telah menginstruksikan mempercepat program swasembada pangan. Kita saat ini bisa berdiri tegak tanpa kekhawatiran kelangkaan beras, itu juga karena keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program swasembada pangan. Kita tidak lagi bergantung pada impor pangan, ketika banyak negara di dunia berebut sumber pangan," tegas Haris.
Menurutnya, dalam menghadapi situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah bersatu menjaga situasi ekonomi yang stabil dan menjamin pasokan kebutuhan pokok, agar rakyat terhindar dari kelaparan. Dia mengajak masyarakat menjaga kondisi ini.
"Stabilitas jangan dipersepsikan semata soal politik dan keamanan semata. Kita bisa bayangkan, jika situasi ekonomi tidak stabil, harga-harga kebutuhan tidak terkendali, maka banyak pabrik bisa tutup dan terjadi PHK yang merugikan buruh. Pelaku UMKM juga tidak bisa berdagang karena harga bahan bakunya tidak terjangkau," jelas Haris.
"Oleh karena itu, tanpa mengabaikan kemerdekaan setiap warga negara dalam berserikat dan menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi UUD 1945, kami tetap mengajak untuk kedepankan kepentingan bersama sebagai sesama anak bangsa. Kita mestinya dapat berjuang bersama agar selamat secara bersama sama dalam menghadapi situasi destabilisasi geopolitik dan ancaman perang dunia," kata Haris.
Dia mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan persatuan dan kerjasama bukan untuk melindungi kekuasaan. Tapi, lanjutnya, untuk menjaga bangsa dan negara kita dari musibah dan malapetaka ekonomi dan politik yang dapat mengancam keselamatan rakyat dan keselamatan bangsa dalam menghadapi situasi geopolitik.
Haris juga mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik ASN, TNI dan Polri untuk tidak menyalahgunakan niat baik Presiden Prabowo. Dia mengaku akan mengawal dan mendukung pemerintah.
"Kami selaku relawan dan pendukung pemerintahan Prabowo - Gibran, akan bertanggung jawab mengawal, memperkuat dan memastikan agar program-program prioritas Presiden Prabowo dapat dilaksanakan dengan tata kelola yang baik yang dapat mencegah kebocoran yang sedang diberantas oleh Presiden Prabowo. Karena itu, kami apresiasi koreksi dukungan dari berbagai pihak agar program tersebut berjalan dan memberi manfaat maksimal kepada rakyat," katanya Haris.
(zap/imk)

















































