Wamendagri Sebut Penugasan Praja IPDN di Aceh Tamiang Misi Kebangsaan

2 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan penugasan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Aceh Tamiang bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan juga misi kebangsaan. Menurutnya, kehadiran praja di wilayah terdampak bencana turut memperkuat persatuan dan pelayanan publik.

Ia menilai para praja dituntut mampu beradaptasi cepat dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

"Karena itu kami yakin, Pak Direktur, ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini (juga) adalah misi kebangsaan," imbuhnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Bima saat memimpin apel pelepasan pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Bima menyebut penugasan di Aceh Tamiang menjadi kawah candradimuka bagi para praja. Mereka ditempa langsung menghadapi persoalan di lapangan.

"Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji," katanya.

Ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting saat para praja kelak memimpin di berbagai tingkatan. Kebersamaan dengan masyarakat yang bangkit dari bencana, lanjutnya, juga menjadi modal berharga untuk kepemimpinan di masa depan.

"Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian," tegasnya.

Bima juga menyampaikan penugasan praja ke Aceh Tamiang belum berakhir. Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, akan diberangkatkan Praja IPDN Gelombang III untuk melanjutkan proses pemulihan yang sudah berjalan.

Dalam kesempatan itu, Bima mengapresiasi Lion Air atas dukungan CSR berupa fasilitasi pemberangkatan dua gelombang praja IPDN ke Aceh Tamiang melalui jalur udara. Ia menyebut kolaborasi tersebut berdampak pada pemulihan pelayanan publik pasca bencana.

"Dalam waktu 67 hari kita bisa melihat bagaimana Aceh Tamiang berubah wajah dan denyut kesehariannya. Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang," tandasnya.

Sebagai informasi, Kemendagri mengerahkan 1.890 personel ke Aceh Tamiang dalam dua gelombang, terdiri dari 1.582 praja IPDN dan ASN Kemendagri. Mereka memulihkan 37 kantor pemerintahan, sementara Gelombang II difokuskan pada pemulihan empat dusun terdampak lumpur.

Apel pelepasan itu turut dihadiri Wakil Rektor IPDN Bidang Administrasi Arief M. Edie; Warek IPDN Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian Bernhard Rondonuwu; Direktur Produksi Lion Air Rachmat Diansyah Putra; serta Direktur Operasi Lion Air Dennis Tertian.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |