Jakarta -
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Indonesia agar keluar dari Board of Peace (BoP) usai Iran dibombardir Israel dan Amerika Serikat (AS). Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Agung Laksono menilai desakan tersebut merupakan rasa prihatin.
"Kami memahami bahwa dorongan untuk mengevaluasi posisi Indonesia dalam forum internasional lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi," ujar Dave kepada wartawan, Rabu (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empati terhadap penderitaan dan keresahan masyarakat dunia tentu dapat dimengerti, karena setiap tragedi kemanusiaan selalu menyentuh nurani bangsa ini," tambahnya.
Dave menyebut Indonesia sebagai negara yang sejak awal berkomitmen dalam Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, kehadiran Indonesia di Board of Peace justru memiliki nilai strategis.
"Forum ini menjadi sarana penting untuk menyuarakan prinsip perdamaian melalui diplomasi, sekaligus menegaskan politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, tetapi selalu aktif mendorong solusi damai," katanya.
"Dengan demikian, keberadaan Indonesia di dalam forum internasional bukan sekadar simbol, melainkan sarana nyata untuk memastikan suara bangsa ini tetap didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional," sambungnya.
Lalu, Dave mengatakan bahwa posisi Indonesia sebagai anggota BoP memberikan keuntungan strategis, karena memungkinkan bangsa ini untuk terus berperan sebagai juru damai, menjaga konsistensi sikap, dan memperkuat kredibilitas politik luar negeri.
Langkah ini, katanya, sejalan dengan kepentingan nasional sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai negara yang konsisten menolak segala bentuk kekerasan dan mengedepankan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
"Komisi I DPR RI mendukung agar pemerintah terus aktif mendorong peran Indonesia melalui jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI, dengan sikap konsisten menolak agresi, menjunjung hukum internasional, dan memperjuangkan stabilitas kawasan," katanya.
Diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2) kota Iran. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Saksikan Live DetikPagi:
Tonton juga video "Soal Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Ingatkan RI Belum Ada Lembaga PDP"
(azh/idn)

















































