Waka DPRD Minta Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Disanksi: Bercandanya Tak Lucu

5 hours ago 3

Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani meminta pria MY (34), pengirim teror ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diberi sanksi tegas. Dia menyebut becandaannya MY tidak lucu.

"Kalau sudah didapat pelakunya dan sudah diamankan mohon diberi sanski yang berefek jera. Jangan sekedar minta maaf, damai, lalu sudah diselesai meski alasannya bercanda, karena bercandanya tidak lucu dan bukan pada tempatnya," kata Rany kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Rany khawatir jika ulah MY diselesaikan secara damai, kejadian serupa mungkin saja terulang di kemudian hari, bahkan ancamannya bukan lagi bercanda. Dia berharap aparat tidak ragu-ragu menindak MY secara hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya kita bertanggung jawab atas nyawa, keamanan dan kenyamanan siswa-siswi di sekolah," ucapnya.

Senada dengan Rany, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Taufik Zoelkifli juga ingin agar pelaku MY mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Sebab, kata dia, ulah MY membuat ketakutan para murid dan guru di sekolah tersebut.

"Menurut saya tetap pelakunya harus bertanggung jawab secara hukum, jadi jangan karena iseng terus dilepas, enggak ya. Harus bertanggung jawab secara hukum," ujar Taufik.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak bercanda yang berlebihan. Menurutnya, menebar ancaman teror kejahatan tidak boleh dijadikan iseng-iseng.

"Saya imbau masyarakat jangan iseng-iseng yang keluar batas, jadi masalah-masalah keamanan bom kemudian ancaman yang kriminal itu, jangan dibuat sebagai iseng-iseng," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pesan itu diketahui diterima oleh salah seorang guru dan pegawai tata usaha (TU) sekolah.

Pelaku juga sempat melakukan panggilan telepon lantaran pesan ancamannya itu tak dibalas. Dalam pesan tersebut, si pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik.

Berikut isi ancaman tersebut:

SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!

Sebagai informasi, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi.

Pelaku saat ini masih berstatus sebagai saksi. Polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku untuk memastikan motif teror ancaman bom tersebut.

(fas/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |