Ucapan Maaf Pria Bergolok Usai Ngamuk di GKPI Tangerang

4 hours ago 3
Jakarta -

Keributan sempat terjadi di tempat ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Mauk Sepatan, Rajeg, Kabupaten Tangerang. Keributan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam video viral, terlihat seorang yang belakangan diketahui bernama Aji membawa golok dan mengancam orang di dalam gedung gereja. Tampak sekelompok orang berada di lokasi.

Dia mengatakan tak takut mati. Dia juga meminta agar tempat tersebut segera ditutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan untuk memastikan kondisi tetap kondusif. Peristiwa keributan terjadi pada Minggu (20/9/2026).

Gelar Musyawarah

Musyawarah untuk menyelesaikan masalah tersebut pun digelar malam harinya. Musyawarah dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.

Dalam musyawarah tersebut, disepakatilah sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg. Hadir Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada, masyarakat yang mendatangi GKPI Rajeg, dan pihak lainnya.

"Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Senin (21/9/2026).

Indra menegaskan kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai dengan keyakinan.

Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.

Minta Maaf

Dalam sebuah video yang diambil di tempat mediasi itu, Aji menyampaikan permohonan maaf. Ia mengucapkannya di samping Bupati dan Kapolresta Tangerang.

"Dengan kekhilafan saya pribadi dengan kejadian tadi siang, saya menyesalinya dengan sebenar-benarnya. Jadi saya meminta maaf kepada pihak terkait jika apabila membuat resah atau membuat takut kepada saudara daripada tadi siang, kejadian tadi siang. Jadi mohon dimaafkan," kata Aji.

"Demikian permohonan minta maaf dari saya. Terima kasih. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," katanya.

Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Laksono Febrianto membenarkan video permintaan maaf tersebut. Menurut dia, sudah ada kesepakatan damai antara orang yang meminta tempat ibadah itu ditutup dan pihak GKPI.

"Ada (permintaan maaf). Semalam diselesaikan dengan musyawarah," kata Tri.

Sepakat Damai

Menurut keterangan dari Polresta Tangerang, dalam musyawarah tersebut, pihak massa yang menggeruduk dan pihak GKPI sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan. Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyampaikan pihaknya menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan tersebut lebih lanjut.

Kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Selain itu, disepakati bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi pencarian tempat sementara untuk beribadah bagi jemaat sambil menunggu proses perizinan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," kata Indra.

Menurut dia, penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Indra Waspada juga menegaskan kepolisian akan terus mengedepankan langkah persuasif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi kamtibmas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," katanya.

Lihat juga Video Rekaman CCTV Pria Bergolok Rampok Agen Bank di Lampung Timur

(dek/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |