Jakarta -
Polda Metro Jaya masih terus mengusut teror terhadap Ramon Dony Adam atau Dj Donny. Sejauh ini, sudah ada 12 saksi yang diperiksa polisi.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang mengetahui, mendengar, atau mengalami terhadap peristiwa tersebut," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan di kantornya, Senin (12/1/2026).
Iman belum merinci 12 saksi yang telah diperiksa. Selain saksi, pihaknya mendalami dokumen serta petunjuk lain untuk pengusutan kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian terhadap dokumen-dokumen yang lain atau petunjuk-petunjuk yang lain juga kami terus lakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi, sehingga konstruksi perbuatan hukumnya menjadi utuh," tutur Iman.
Iman juga memastikan melakukan hal yang sama terhadap influencer lain yang turut melaporkan kejadian serupa, yakni menerima teror.
"Begitu pun juga dengan laporan polisi lain yang dialami oleh para influencer dan sudah melakukan pelaporan terhadap Polda Metro Jaya. Kami terus akan melakukan pendalaman, pengumpulan alat bukti dengan upaya maksimal sehingga bisa lebih terang permasalahannya," imbuhnya.
Teror ke Dj Donny
Seperti diketahui, kreator sekaligus selebgram, Ramon Dony Adam atau DJ Donny, melapor ke Polda Metro Jaya terkait teror yang dialaminya. DJ Donny mengaku diteror dengan cara rumahnya dilempari molotov hingga bangkai ayam.
"Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Kalau hal tersebut sih saya nggak ada masalah. Lalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya," kata DJ Donny di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
DJ Donny mengatakan aksi teror tersebut bukan hanya terjadi sekali. Dia menyebutkan bangkai ayam dikirim dalam bentuk paket dengan kalimat ancaman di dalamnya.
"Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya dan ada tulisan ancaman, 'kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di social media, kalau masih, masih bla-bla-bla..., kamu akan seperti ayam ini.' Terus ada foto saya, terus di leher saya kayak diiris gitu, dipotong," jelasnya.
Aksi pelemparan molotov juga terekam kamera CCTV di rumah DJ Donny yang kemudian diunggah di akun media sosialnya. Dalam rekaman yang diunggah, terlihat dua pria mengenakan jas hujan melemparkan bom molotov ke rumah DJ Donny.
DJ Donny mengatakan teror juga dialami rekan-rekan sesama influencer. Rangkaian teror yang dialaminya mengancam keamanan keluarganya. Dia berharap pihak kepolisian bergerak dan menindaklanjuti laporan tersebut.
"Karena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar," imbuhnya.
Laporan DJ Donny sudah teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA. DJ Donny melaporkan terkait Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.
(kuf/mea)


















































