Jakarta -
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 atau Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa menggelar buka puasa bersama dengan tema 'Guyub Rukun Sak Lawase Berkah Sedoyone'. Acara ini menjadi salah satu wujud implementasi pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal kekuatan silaturahmi.
"Pak Kapolri mengingatkan kita semua, bahwa menjaga tali silaturahmi adalah kekuatan utama dalam merawat persatuan. Pesan ini sangat relevan, apalagi di Bulan Suci yang penuh berkah ini," ujar Ketua Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa Komjen Mohammad Iqbal, dikutip detikcom dari keterangan tertulis pada Rabu (4/3/2026).
Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, dan puluhan alumnus Akpol 1991 nampak hadir dalam buka puasa bersama yang diadakan Senin (2/3) tersebut. Mereka didampingi istri masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengajak teman-teman semua, apa pun posisi kita saat ini, mari kita jadikan silaturahmi ini kebutuhan untuk saling menguatkan. Kalau kita kompak dan saling menyayangi, InsyaAllah institusi kita akan semakin kuat menghadapi dinamika apapun," ucap Komjen Iqbal.
Ia mengatakan pesan soal kekuatan silaturahmi disampaikan Jenderal Sigit saat pembagian takjil dan buka puasa bersama insan pers di Mabes Polri. Komjen Iqbal menyebut di tengah derasnya arus informasi dan potensi perpecahan yang dapat dipicu oleh konten negatif, kebersamaan yang tulus menjadi benteng pertahanan Polri yang terkokoh.
Dalam kesempatan ini, Komjen Iqbal memastikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Jenderal Sigit. Mantan Kapolda Riau ini menekankan persatuan angkatan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi yang harus terus dijaga, terutama ketika institusi sedang diuji.
"Beliau sekarang sedang memimpin di tengah medan yang tidak mudah dan alumni kita dikenal sebagai alumni yang tangguh dan solid. Tugas kita mendoakan dan memberi dukungan positif. Ini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi soal bagaimana kita semua menjaga rumah kita bersama," pungkas dia.
Komjen Iqbal yang sehari-hari menjabat Sekretaris Jenderal DPD RI ini menyampaikan Jenderal Sigit telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam merespons dinamika publik. Semisal beberapa waktu lalu menegaskan Polri terbuka terhadap kritik masyarakat.
"Pernyataan Pak Kapolri bahwa Polri siap dikritik demi mewujudkan mandat reformasi menjadi civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat. Ini adalah sikap negarawan yang patut kita dukung. Justru dengan keterbukaan seperti itu, Polri akan semakin kuat," terang Iqbal.
Acara buka puasa bersama ini juga diawali tausiah oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Marsudi Syuhud. "Kita melakukan puasa di bulan Ramadan ini, sesungguhnya tanpa sadar kita sedang memprogram ulang diri kita, keluarga kita, istri kita, anak kita, anggota kita, kesatuan kita, untuk menjadi orang yang sukses dan hebat," ujar Marsudi.
(aud/knv)

















































