Kasus Campak Marak di RI, Pramono Galakkan Vaksinasi Lewat Posyandu

4 hours ago 3

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI akan menggalakkan vaksinasi menyusul maraknya kasus campak di Indonesia. Upaya tersebut akan diperkuat melalui jaringan posyandu hingga tingkat kota dan provinsi.

Pramono mengatakan tim posyandu tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota baru saja dilantik. Ia meminta salah satu fokus utama mereka adalah menyosialisasikan pentingnya vaksinasi kepada masyarakat.

"Kemarin kebetulan barusan dilantik tim posyandu tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota, maka salah satu tugas utamanya adalah menyosialisasikan vaksin. Karena di Jakarta ini saya menyoroti ada dua hal yang menjadi konsentrasi Pemerintah DKI Jakarta yang berkaitan dengan kesehatan," kata Pramono di Balai Kota, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan dua isu kesehatan yang menjadi perhatian serius Pemprov DKI adalah tuberkulosis (TBC) dan stunting. Namun, terkait meningkatnya kasus campak, vaksinasi akan semakin digencarkan.

"Dan tadi kalau pertanyaan campak itu, maka vaksinasi akan kami galakkan," ujarnya.

Pramono juga merespons munculnya kelompok anti-vaksin di media sosial. Ia menegaskan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, akan terus diperkuat melalui posyandu agar pemahaman soal pentingnya imunisasi makin meningkat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus campak di Indonesia sedang mengalami kenaikan. Tak hanya Indonesia, campak juga 'nge-gas' di banyak negara di dunia.

Kasus campak menjadi sorotan usai temuan 2 kasus warga negara Australia yang dinyatakan positif. Keduanya diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA mengatakan menurunnya vaksinasi campak secara global menjadi salah satu alasan mengapa adanya kenaikan kasus, termasuk di Tanah Air.

"Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinasi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus," kata Prof Anggi dalam media daring, Sabtu (28/2).

(bel/dwr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |