Tekan Impor, Danantara-INA Sinergi Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri Group

2 hours ago 2

Jakarta -

Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan Chandra Asri Group resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA). Sinergi ini dilakukan dalam rangka memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik dan meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.

Kerja sama tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Danantara Indonesia, INA dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group). Dalam hal ini, Danantara Indonesia dan INA merupakan investor strategis dalam proyek tersebut.

"Perjanjian hari ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjanjian ini juga menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali - Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri group. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri ini pun diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik. Sementara produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan ekspor dan devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Nilai Proyek USD 800 Juta

Chandra Asri Group Foto: Dok. Chandra Asri Group


Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar USD 800 juta. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir.

Diketahui, Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan menanamkan modal dengan total investasi sebesar USD 200 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja
Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto menyampaikan investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.

"Bersama Chandra Asri Group sebagai pelaku utama industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dan terkemuka di Asia Tenggara, dan Danantara Indonesia sebagai mitra investor jangka panjang, kolaborasi ini bertujuan untuk membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan," papar Eddy.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra menyambut baik kerja sama yang dilakukan antara pihaknya bersama Danantara Indonesia dan INA. Kolaborasi antara Danantara Indonesia, INA, dan Chandra Asri Group dinilai menjadi wujud sinergi antara pengelola investasi negara dan perusahaan petrokimia.

Dengan memperkokoh rantai pasok domestik sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas, kemitraan ini berkontribusi pada percepatan industrialisasi berkelanjutan dan memperkuat posisi daya saing Indonesia di pasar global.

"Kami menyambut baik partisipasi Danatara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC ini. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini," paparnya.

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

"Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," pungkasnya.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |