STEM Tak Harus Mahal, Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran 5M dari PAUD untuk Cetak Generasi Emas 2045

3 hours ago 2

loading...

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran 5M dari PAUD untuk Cetak Generasi Emas 2045. Foto/Yova Adhiansyah.

KUDUS - Pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika ( STEM ) tak lagi boleh dipandang sebagai pembelajaran mahal, rumit, atau hanya cocok diterapkan di sekolah dengan fasilitas teknologi tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ) justru mendorong STEM menjadi bagian dari pengalaman belajar anak sejak usia dini.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani menegaskan penguatan STEM merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, memecahkan masalah, dan berinovasi harus ditumbuhkan sejak dini melalui pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan.

Baca juga: Kemendikdasmen Luncurkan Program STEM Nasional di PAUD Kalirejo Kudus

"Hari ini kami sengaja memilih lokasi PAUD sebagai lokasi peluncuran Program STEM, bukan tanpa alasan. Kami ingin menunjukkan komitmen bahwa pola pikir kritis dan inovatif itu perlu ditumbuhkan sejak dini, tentu dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan bagi anak," ujar Nunuk dalam pemaparannya saat peluncuran program STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).

Nunuk mengatakan, program STEM dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan pendidikan, termasuk defisit keterampilan tingkat tinggi, kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan, serta kebutuhan memperkuat capaian Delapan Dimensi Profil Lulusan. "Program melalui pelatihan STEM dilaksanakan antara lain untuk menutup defisit keterampilan tingkat tinggi, mengurangi kesenjangan mutu antar-satuan pendidikan, hingga memperkuat capaian Delapan Dimensi Profil Lulusan," katanya.

Baca juga: Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pesantren 2026, Ada Dana hingga Rp100 Juta

Nunuk menilai diperlukan perubahan cara pandang terhadap STEM. Pembelajaran lintas disiplin tersebut, kata dia, bukan sekadar penguasaan sains dan teknologi, melainkan fondasi untuk membentuk murid yang mampu beradaptasi dengan cepat dan menyelesaikan persoalan secara relevan.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |