Siapa Menikmati Pertumbuhan Ekonomi Nasional?

4 hours ago 1

loading...

Muhammad Syarkawi Rauf. Foto/Dok SindoNews

Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Unhas/Ketua KPPU RI 2015-2018

EKONOM senior Iwan Jaya Azis, profesor ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) dan pengajar di Cornell University, Amerika Serikat (AS) banyak merujuk pada “bowl model” (model mangkuk) untuk menjelaskan interaksi antara Pulau Jawa sebagai pusat perekonomian nasional (centre) dengan daerah-daerah di luar Jawa sebagai daerah pinggiran (periphery).

Hubungan centre (core) – periphery di Indonesia dalam beberapa dekade telah melahirkan ketimpangan distribusi sumber daya, aliran modal, dan tingginya polarisasi ekonomi yang berpusat di Pulau Jawa .

Secara teoritis, dalam ilmu ekonomi regional (regional science), wilayah tidak dipandang datar, melainkan memiliki "gravitasi" ekonomi yang membentuk cekungan seperti mangkuk.

Dasar mangkuk dipandang sebagai centre atau core, yaitu titik terendah yang menjadi pusat gravitasi. Dalam kasus Indonesia, diwakili oleh kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) atau dalam konteks lebih luas, Pulau Jawa.

Baca Juga: Purbaya: Kalau Pemerintah Malas Saja, Ekonomi Bisa Tumbuh 6%

Dalam posisi sebagai pusat gravitasi, semua daya tarik ekonomi secara alamiah mengalir dan terpusat di Jabodetabek, dalam konteks lebih luas Pulau Jawa. Sementara, pinggiran mangkuk yang digambarkan sebagai daerah pinggiran (periphery) diwakili oleh daerah di luar Jawa.

Selama ini, model interaksi antara pusat dengan daerah menghasilkan ketimpangan dengan backwash effect (efek polarisasi), yaitu seluruh faktor produksi bernilai tinggi, seperti modal, tenaga kerja terampil, dan bahan baku meluncur ke dasar mangkuk sebagai pusat ekonomi.

Wilayah pusat (centre) memiliki infrastruktur yang lengkap, aglomerasi ekonomi yang efisien, sekaligus sebagai pasar yang besar. Tidak terjadi spread effect (efek menetes ke bawah). Idealnya, wilayah pusat ekonomi yang maju akan memberikan spread effect, yaitu meneteskan kemakmuran kembali ke daerah pinggiran (mengalir naik ke pinggir mangkuk).

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |