Pascagempa NTT, Kemen PPPA-Danone Sinergi Pemenuhan Gizi serta Pemulihan Trauma Anak

2 hours ago 2

loading...

Kementerian PPPA dan Danone Indonesia membantu perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih dalam situasi bencana pascagempa bumi NTT. Foto/Dok. SindoNews

MANGGARAI - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA ) dan Danone Indonesia membantu masyarakat terdampak gempa NTT . Bantuan khususnya diberikan kepada perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih dalam situasi bencana.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa yang bergotong royong membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai pada 24-25 Agustus 2026. Baca juga: BMKG Catat 11.185 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 165 Dirasakan

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat perhatian selama masa tanggap darurat. Kunjungan turut diikuti Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Periode 2021-2026 Seto Mulyadi (Kak Seto), jajaran Kemen PPPA, pemerintah daerah, Danone Indonesia, serta berbagai pihak terkait.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan bahwa pemulihan bagi perempuan dan anak terdampak bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Khusus bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan.

Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog,” katanya.

Menteri PPPA juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam membantu masyarakat terdampak. “Inilah karakter asli bangsa Indonesia, gotong royongnya, kebersamaannya, solidaritasnya tidak hilang. Kami sekali lagi turut berempati atas kondisi saat ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan perempuan dan anak, rombongan juga meninjau Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di sejumlah lokasi terdampak. Pos SAPA menjadi ruang aman sekaligus tempat pendampingan bagi perempuan dan anak selama berada dalam situasi darurat.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |