NDUGA - Menyemai harapan di tanah Papua, Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku tak henti menyentuh kehidupan anak-anak di pedalaman. Melalui inisiatif menyentuh hati bertajuk “Masariku Peduli Gizi”, gelombang kebaikan menyambangi SD Rimba YPPK Yan Smit Mumugu 2, Distrik Krepkuri, Nduga, pada Rabu, (19/11/2025). Para prajurit dengan senyum hangat membagikan paket makanan bergizi yang tak hanya mengenyangkan, namun juga menyehatkan, sekaligus merajut benang edukasi kesehatan yang berharga.
Senyum lebar merekah di wajah para siswa saat satu per satu menerima bingkisan penuh makna. Buah segar, susu bergizi, roti lembut, dan tambahan vitamin menjadi sajian istimewa yang membangkitkan semangat belajar mereka. Tak berhenti di situ, para personel Satgas dengan sabar memberikan sentuhan edukasi ringan, menanamkan pentingnya menjaga kebersihan diri, menerapkan pola makan seimbang, dan membiasakan hidup bersih demi tumbuh kembang optimal.
“Anak-anak harus mendapatkan gizi yang cukup agar semangat belajar mereka tetap tinggi. Kami hadir untuk memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan siap meraih masa depan, ” tegas Dansatgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen mendalam Satgas dalam mengangkat derajat kesehatan generasi muda Papua.
“Bantuan ini datang di waktu yang tepat. Banyak anak masih datang ke sekolah tanpa sarapan. Kehadiran Satgas membantu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, sekaligus mengajarkan pentingnya hidup bersih, ” ujar Bapak Patris, salah seorang guru SD Rimba YPPK Yan Smit Mumugu 2. Ia menambahkan bahwa kepedulian seperti ini sangat berarti, terutama di kawasan yang sulit dijangkau dan minim fasilitas kesehatan, karena mampu membangkitkan motivasi belajar anak-anak.
Program “Masariku Peduli Gizi” adalah cerminan nyata dari upaya Satgas 733/Masariku yang tak hanya berfokus pada penjagaan keamanan, tetapi juga merangkul masyarakat melalui pendekatan humanis. Aksi nyata di sektor pendidikan dan kesehatan ini menunjukkan bahwa TNI hadir untuk membawa perubahan positif, menabur harapan di setiap langkah.
Dengan bekal gizi yang mereka terima, anak-anak Mumugu kini membawa pulang lebih dari sekadar makanan. Mereka membawa pulang secercah harapan baru, keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih cerah, dan pengingat bahwa di tengah keterbatasan, ada kepedulian yang terus mengalir dari para penjaga negeri.
(jurnalis)

















































