INTAN JAYA - Sejatinya, kehadiran prajurit TNI di tanah Papua lebih dari sekadar menjaga kedaulatan negara. Di tengah denyut kehidupan masyarakat yang terkadang dihadapkan pada keterbatasan, seperti di Kampung Silatuga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, kepedulian kemanusiaan menjadi denyut nadi yang tak terpisahkan. Pada Rabu, (14/1/2026), Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan kembali mengukuhkan komitmen itu dengan membuka pintu layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga.
Sebanyak 15 personel yang tergabung dalam Titik Kuat (TK) Silatuga dikerahkan untuk memberikan sentuhan penyembuhan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, penanganan keluhan medis, hingga konsultasi langsung dengan tenaga medis, semuanya dapat diakses tanpa beban biaya sepeser pun. Sebuah kelegaan bagi masyarakat yang mungkin harus menempuh jarak jauh atau menghadapi kendala finansial untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan TK Silatuga, Kapten Inf M. Diyan Saputro, tak pelak mendapat sambutan luar biasa. Sejak mentari mulai menghangatkan bumi Intan Jaya, warga dari berbagai usia, dari anak-anak mungil hingga para sesepuh, berbondong-bondong mendatangi lokasi pos kesehatan. Wajah-wajah penuh harap terpancar, menunjukkan betapa berharganya uluran tangan ini.
“Kami secara kontinyu berupaya memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi. Selain kami mendatangi langsung kampung-kampung, warga juga sering datang ke Titik Kuat untuk berobat. Kegiatan ini kami harapkan dapat membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan pemerintah, ” ujar Kapten Diyan.
Ia menambahkan, peran Satgas di wilayah penugasan ini sesungguhnya multifaset. Bukan hanya sebagai garda terdepan pengamanan, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat yang senantiasa hadir untuk masyarakat. Sebuah filosofi yang terpatri dalam sanubari setiap prajurit.
“TNI hadir untuk melindungi, melayani, dan membantu masyarakat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis seperti Intan Jaya, ” tegasnya, menggarisbawahi esensi pengabdian tanpa batas.
Suasana khidmat namun penuh kehangatan mewarnai setiap interaksi. Tawa anak-anak yang sembuh, senyum lega para orang tua, dan jabat tangan erat antara prajurit dan warga menjadi bukti nyata betapa kedekatan emosional telah terjalin. Momen-momen seperti inilah yang menjadi perekat persatuan dan kebersamaan, menghapus jarak, dan menumbuhkan rasa saling percaya.
Melalui setiap sentuhan kemanusiaan ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 500/Sikatan terus membuktikan diri sebagai abdi negara yang humanis, yang tak pernah lelah berjuang demi terwujudnya masyarakat Papua yang sehat, aman, dan damai. Sebuah harapan yang terus ditanamkan, satu demi satu langkah, demi masa depan yang lebih baik.


















































