SAR Telusuri Info 5 Jurnalis Hilang Terdampar di Pulau Sebesi Selat Sunda

4 days ago 17
Jakarta -

Kantor SAR Banten menelusuri informasi kemungkinan kapal yang membawa 5 jurnalis hilang hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau berada di sekitar Pulau Sebesi, Lampung. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan informasi tersebut masih diverifikasi dengan Kantor SAR Lampung karena keberadaan rombongan belum dapat dipastikan.

"Untuk informasi sedang kita cross-check kebenarannya karena kita juga belum memastikan. Sampai saat ini kita juga sudah mengkoordinasikan dengan pihak Kantor SAR Lampung dan untuk informasi tersebut belum ada kebenarannya," kata Rizky dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).

Rizky mengatakan kemungkinan kapal bersandar di sejumlah pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau SAR gabungan juga menjadi bagian dari upaya pencarian. Oleh karena itu, tim SAR mengoordinasikan pencarian dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan rombongan mencapai lokasi-lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, ada beberapa, tapi nanti kita coba hitung berapa yang ada kemungkinan-kemungkinan pasti terjadi," ujar dia.

Selain memperluas pencarian ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi kapal bersandar, Basarnas juga akan melibatkan nelayan sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.

"Ya, pastinya seperti itu. Kita juga akan menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang nantinya bisa menjadi tambahan kekuatan untuk kami tim SAR gabungan melakukan pencarian," kata Rizky.

Kita menjelaskan pencarian pada Selasa (8/9), dilakukan menggunakan dua kapal cepat, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, dan RIB Kantor SAR Lampung. KN SAR Tetuka terakhir melakukan pencarian hingga pukul 22.00 WIB sebelum bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.

"Untuk efektif dan efisiennya pelaksanaan operasi sangat terkendala, sehingga kami mengambil kesimpulan untuk sandar, kemudian untuk esok hari (Rabu 9 September) pukul 07.00 WIB kita sudah siap kembali melakukan pencarian," ujar dia.

Dalam operasi berikutnya, Basarnas juga mendapat tambahan dukungan kapal KAL Anyer dari TNI Angkatan Laut. Rizky mengatakan pencarian menghadapi sejumlah kendala, antara lain angin sekitar 10 knot, gelombang hingga dua meter, jarak pandang terbatas, serta abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Untuk tantangan, ya untuk angin cukup kencang, kemudian gelombang juga kurang bersahabat," kata dia.

Rizky menambahkan pencarian melalui udara masih dipertimbangkan sebagai alternatif, tetapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih menyebar dapat membahayakan pesawat.

"Kalau dari keefektifan, itu bisa menjadi sebuah alternatif ataupun pilihan untuk kita menggunakan alut udara. Tapi memang kita melihat situasi dan kondisi di lapangan masih terkendala," ujar Rizky.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin (7/9), pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Kepal Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai dengan pukul 18.15 WIB, tim yang bertugas menjangkau sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.

Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, RIB Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata dia.

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya delapan orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), kapten kapal, ABK, dan guide.

Saksikan Live DetikPagi :

(rfs/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |