SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau

3 days ago 16

Jakarta -

Proses pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda dilanjutkan hari ini karena belum menemukan hasil. Lokasi pencarian diperluas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan setelah mendapatkan laporan, langsung menurunkan petugas untuk melakukan pencarian. Namun, pada pencarian hari pertama, para jurnalis belum ditemukan.

"Namun hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian," kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amrad mengatakan total ada 8 orang yang menjadi fokus pencarian, 5 jurnalis di antaranya ialah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Serta Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) ABK, Heriyanto (49) guide.

Amrad mengatakan tim akan kembali melakukan pencarian pada hari ini, Rabu (9/9). Pada pencarian selanjutnya, tim gabungan akan memperluas area penyisiran.

"Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi, dan kondisi di lapangan," katanya.

SAR Siapkan 2 Drone Termal

Selain itu, Kantor SAR Banten menyiapkan dua pesawat nirawak termal atau drone termal untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak.

Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan karena pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar, sebagai alternatif dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk membantu pencarian.

"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata dia.


Menurut dia, pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00, Selasa (8/9), sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Keputusan tersebut dilakukan karena kondisi laut dan jarak pandang kurang mendukung pencarian pada malam hari.

"Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan," kata dia.

Diketahui sebelumnya, lima orang jurnalis hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda. Mereka hingga kini, dilaporkan belum kembali ke daratan.

Kepala Desa Sukajadi Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan awalnya mereka menyewa kapal laut kepada warga di Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita. Rombongan kemudian berangkat meliput ke area perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa (8/9).

Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Rabu (9/9/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |