Pekanbaru - Anisa Florensa bersandiwara untuk melancarkan aksinya membunuh mertuanya, Dumaris Deni Wati Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau. Anisa berpura-pura bertamu hingga salaman untuk menghilangkan kecurigaan sang mertua.
Hal ini diungkapkan oleh Dirkrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, dalam konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026). Rekaman CCTV bahkan mengungkap Anisa seolah-olah bertamu secara 'baik-baik'.
Tersangka Salami Korban
Rekaman CCTV pada tanggal kejadian, Rabu, 29 April 2026 memperlihatkan Anisa datang ke rumah korban ditemani temannya, Lisbet. Korban yang saat itu sedang berada di dalam kamar kemudian keluar dan membukakan pintu.
Di balik pintu itu, Dumaris menyambut wajah wanita yang tak asing baginya yakni Anisa selaku menantunya. Anisa kemudian masuk ke dalam ruang tengah setelah menyalami mertuanya itu.
Kombes Hasyim mengungkap percakapan menjelang korban dieksekusi. Korban sempat heran karena menantunya tiba-tiba datang setelah lama meninggalkan rumah tersebut.
Diketahui, Anisa menikah dengan Arnold--putra pertama Dumaris--namun dia Anisa tak pernah tinggal dan meninggalkan rumah tersebut di tahun 2023 setelah satu tahun pernikahan.
"(AF) berpura-pura berkomunikasi. Kemudian korban bertanya, 'Sudah lama kamu tak ke sini? Tumben kamu ke sini,'" ucap Hasyim menirukan percakapan korban.
Eksekutor Pura-pura Jadi Sopir Online
Di tengah perbincangan korban dan menantunya itu, tiba-tiba tersangka Slamet atau SL datang. Dia berpura-pura menjadi sopir taksi online yang hendak menagih ongkos menantu.
"Tiba-tiba, otak eksekutor SL masuk dan pura-pura jadi pengemudi ojek online, ingin menagih sebesar Rp300 ribu. 'Saya sopir Grab, anak ibu pesan Grab tidak bayar.' Korban mengatakan bahwa, 'Saya tak pernah menggunakan Grab, yang menggunakan orang lain. Berapa saya harus bayar,'" ucap Hasyim menirukan percakapan tersebut.
Namun, di tengah perbincangan itu, Slamet tiba-tiba memukulkan kayu balok ke arah korban berkali-kali. Korban kemudian terkulai dan tak sadarkan diri.
Seusai membunuh korban, Slamet merusak kamera CCTV. Setelah itu para pelaku kabur membawa sejumlah harta korban.
Kejadian ini diselidiki oleh tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Gerak cepat aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap keempat pelaku di Aceh dan Sumut, pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2026.
Lihat juga Video: 4 Tersangka Pembunuh Nenek di Pekanbaru Positif Ekstasi
(mea/dhn)

















































