Rasa Syukur Warga Penghuni TPU Kebon Nanas Kini Pindah ke Rusun

3 hours ago 2
Jakarta -

Warga yang selama ini menghuni Tempat Permakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur (Jaktim) ke sejumlah rumah susun (rusun). Kini warga bersyukur bisa pindah ke rusun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut warga yang direlokasi akan mendapatkan gratis sewa selama enam bulan, sementara untuk lansia digratiskan seumur hidup.

Pramono menjelaskan, berdasarkan pendataan, terdapat 103 kepala keluarga (KK) yang selama ini menempati area TPU Kebon Nanas dengan luas sekitar 3.754 meter persegi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 KK bersedia direlokasi ke rumah susun, sementara 30 KK lainnya memilih mencari tempat tinggal sendiri karena alasan pekerjaan dan usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pramono, relokasi ini dilakukan dalam rangka pengembalian fungsi TPU Kebon Nanas yang daya tampungnya sudah habis. Ia menyebut dari total 80 TPU di Jakarta, sebanyak 69 TPU sudah penuh dan harus dilakukan pemakaman tumpang tindih.

"Kebon Nanas ini sebenarnya sudah tidak bisa lagi. Dengan pengembalian fungsi lahan ini, nantinya bisa menampung kurang lebih 1.000 makam baru," jelasnya.

Dalam dialog bersama warga, Pramono juga menyinggung aspek kemanusiaan dari relokasi tersebut. Ia berharap warga dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan manusiawi setelah tinggal di rumah susun.

"Bagaimanapun, kalau tempat tinggalnya lebih layak, anak-anaknya bisa sekolah lebih baik, interaksi sosial juga lebih baik," ucapnya.

Pramono memastikan Pemprov DKI tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memberikan pendampingan sosial dan ekonomi. Selama masa adaptasi, warga dibebaskan dari biaya sewa rusun agar bisa menata kembali kehidupan dan mata pencaharian.

Gubuk liar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/7/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza)Foto: Gubuk liar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/7/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Ia juga meminta jajaran Pemprov membantu warga yang berhak mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) serta fasilitas transportasi gratis bagi lansia. "Ini sudah menjadi hak warga. Tinggal dibantu pengurusannya," ujarnya.

Bantuan Modal Usaha

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan relokasi warga TPU Kebon Nanas dilakukan secara bertahap sejak 6 Januari 2026. Sebanyak 73 KK ditempatkan di enam rumah susun, antara lain Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Barat, Jatinegara Kaum, dan Pondok Bambu.

Selain hunian, Pemkot Jakarta Timur juga memberikan bantuan kepada warga relokasi berupa modal usaha Rp 500 ribu, paket kebutuhan dasar, hygiene kit, serta kasur.

"Pasca-relokasi, lahan TPU akan dimatangkan kembali agar siap menjalankan fungsi pelayanan pemakaman bagi warga Jakarta," imnuh Munjurin.

Cerita Mistis Warga

Setelah direlokasi ke rumah susun, warga mengaku bisa menjalani hidup dengan lebih layak dan manusiawi. Dalam perbincangan santai, Pramono menanyakan pengalaman warga selama bermukim di area TPU. Salah seorang warga cerita momen mistis yang dialaminya.

"Bu, kira-kira yang anu itu apa bentuknya?" tanya Pramono kepada salah satu warga.

"Kayak kuntilanak, Pak," jawab seorang warga yang mengenakan jilbab. Ia mengaku pernah melihat penampakan tersebut saat masih tinggal di TPU Kebon Nanas.

Warga itu mengatakan, meski pernah melihat hal-hal yang membuat merinding, dirinya tidak sampai ketakutan. Menurutnya, setelah bertahun-tahun tinggal di TPU, rasa takut itu perlahan hilang karena sudah terbiasa.

"Iya, ada. Tapi nggak takut, Pak," ucapnya.

Pramono pun merespons dengan nada bercanda dan menyebut wartawan yang hadir bisa mencoba uji nyali di lokasi TPU. Pernyataan itu pun disambut tawa warga.

Di balik itu, warga mengaku bersyukur kini bisa tinggal di rumah susun dengan fasilitas yang lebih memadai. Warga lainnya bernama Guntur, mengatakan dirinya telah tinggal di TPU Kebon Nanas selama 17 tahun sebelum akhirnya direlokasi.

"Dulu ya nyaman-nyaman aja, sudah biasa. Tapi kalau sekarang kan lebih manusiawi, Pak," kata Guntur.

Ia menyebut fasilitas di rumah susun jauh lebih lengkap dibandingkan tempat tinggal sebelumnya. Mulai dari playground, jogging track, masjid, lapangan futsal, hingga taman yang membuat anak-anak betah.

(isa/isa)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |