Jakarta -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut festival tari internasional menjadi salah satu strategi Jakarta untuk mengejar status kota global. Menurutnya, kegiatan kebudayaan berskala internasional merupakan unsur penting dalam penilaian indeks kota global.
Hal itu disampaikan Rano saat membuka Indonesian World Dance Festival (IWDF) 2026 di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, festival tari bukan sekadar ruang apresiasi seni, melainkan juga bagian dari diplomasi budaya Jakarta di mata dunia.
"Festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi seni tari tapi juga bagian dari diplomasi budaya Jakarta," kata Rano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rano mengatakan salah satu indikator dalam penilaian kota global ialah banyaknya kegiatan kebudayaan internasional yang digelar sebuah kota. Karena itu, Pemprov DKI mendorong festival seperti IWDF terus berkembang dan naik kelas.
"Kenapa kami lakukan kegiatan ini? Karena salah satu unsur indeks kota global, kegiatan kebudayaan tingkat internasional di sebuah kota harus mempunyai persentase yang bisa dinilai. Ini bagian daripada branding Jakarta untuk meningkatkan Global City Index," ujarnya.
Rano pun menantang panitia Indonesian World Dance Festival untuk menghadirkan lebih banyak peserta internasional pada penyelenggaraan tahun depan. Ia berharap festival tersebut benar-benar berkelas dunia dengan keterlibatan perwakilan dari berbagai benua.
"Saya minta ke depan lebih disiapkan untuk 'world'-nya. Hadirkan penari atau sanggar minimal dua sanggar dari setiap benua untuk hadir di Jakarta," tuturnya.
Menurut Rano, Jakarta memiliki peluang besar menjadi pusat kegiatan budaya internasional, terlebih pada 2027 Jakarta diproyeksikan menjadi sentral kebudayaan ekonomi kreatif.
"Kita akan menjadi pusat sentral kebudayaan ekonomi kreatif pada tahun 2027," lanjutnya.
Rano juga menyebut posisi Jakarta di Global City Index mengalami peningkatan sejak dirinya dan Gubernur DKI Pramono Anung mulai menjabat. Ia optimistis peringkat Jakarta akan terus naik seiring banyaknya agenda internasional yang digelar.
"Alhamdulillah Jakarta sejak kami hadir dimulai pada posisi Global City Index nomor 74, sekarang kita ada pada posisi nomor 71," kata dia.
IWDF 2026 digelar dalam rangka peringatan Hari Tari Sedunia dan diikuti sekitar 1.200 peserta dari hampir 80 sanggar tari. Festival yang memasuki tahun kedua ini juga disebut mulai menarik minat partisipasi internasional, termasuk dari Korea Selatan.
(bel/whn)

















































