Ramai Pengendara Lawan Arah di Lebak Bulus, Bikin Macet-Rawan Kecelakaan

2 hours ago 2

Jakarta -

Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Bahkan terlihat mobil angkutan kota (angkot) ikut-ikutan.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (17/1/2026) pukul 16.00 WIB, aksi lawan arah itu terjadi di persimpangan dekat Superindo. Penyerobot ini biasanya terlihat saat lampu lalu lintas merah dari arah utara ke selatan.

Terpantau pengendara motor dari arah utara melawan arah demi memangkas jarak dengan lampu lalu lintas. Beberapa bahkan langsung tancap gas meski masih lampu merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa kali terlihat angkot jurusan Parung-Lebak Bulus menyerobot lajur kanan, bahkan menerobos lampu merah. Imbasnya adu suara klakson terjadi karena dari berlawanan hendak belok ke arah timur dipotong angkot.

Aksi pengendara ramai-ramai lawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Warga mengeluhkan aksi tersebut bikin macet dan rawan kecelakaan lalu lintas.Foto: Aksi pengendara ramai-ramai lawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Warga mengeluhkan aksi tersebut bikin macet dan rawan kecelakaan lalu lintas. (Taufiq Syarifudin/detikcom)

Hal itu juga membuat membuat arus kendaraan dari arah berlawanan maupun timur melambat. Beberapa pengendara terlihat melambatkan kendaraan saat memasuki persimpangan karena harus menghindari motor yang lawan arah lalu menerobos lampu merah.

Seorang warga, Herman (55), mengatakan kondisi itu sudah sering terjadi setiap hari. Menurutnya, jalan kecil di kawasan itu tidak sebanding kepadatan lalu lintas.

"Kayak gini tiap hari, dari sana (arah utara) padat, jalan kecil, lewat banyak. Orang pinginnya buru-buru jadi kayak gitu," kata Herman di lokasi.

Herman menambahkan, penyebab kemacetan di kawasan itu salah satunya adalah penyorobot lajur kanan atau pelawan arah. Katanya, arus lalu lintas dari selatan ke utara jadi padat karena jalan terhalang oleh kendaraan yang lawan arah.

"Kalau jam sibuk macet, gara-gara itu yang lawan arah. Dari sana (selatan) mau belok susah, mau lurus jalannya nyempit," kata dia.

Warga lainnya, Rahman (38), mengatakan saat petugas polisi sempat mengatur lalu lintas maka pengendara akan bersikap tertib, namun ada juga yang tetap nekat lawan arus. Namun setelah polisi pergi, perilaku lawan arus kembali dilakukan pengendara.

"Kemarin itu ada polisi. Itu pun masih pada ngeyel lewat. Kalau udah nggak ada, ya sudah biasa kayak gini lagi," jelasnya.

(tsy/aud)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |